๐Ÿจ Safinatun Najah Bab Sholat

9Syarah Safinatun Najah Karya Ulama Yaman yang Wafat di Indonesia. 06 Nov 2020 02:12 WIB. 5232. . Safinatun Najah merupakan sebuah kitab fikih mazhab Syafi'i yang terhitung ringkas dan padat. Kitab ini hanya berisi kesimpulan hukum tanpa menyertakan dalilnya secara detail dan memang ditujukan untuk para pelajar dan pemula dalam memahami KajianKitab Safinatun Najah Bersama Ustadz Muhammad Sholeh | 05 Muharram 1443 H/13 Agustus 2021. Kajian Kitab Safinatun Najah Bersama Ustadz Muhammad Sholeh | 05 Muharram 1443 H/13 Agustus 2021. Jump to. Sections of this page. Accessibility Help. Press alt + / to open this menu. Facebook. BukuSafinatun Najah yang dikarang Syaikh Salim bin Samir Al-Hadrami adalah kitab fiqih dasar bermazhab syafii bagi pemula, Kitab ini biasa dibaca di pondok pesantren salaf dan modern. Isi dari kitab tersebut adalah : - Bab Thoharoh (Kebersihan diri) - Bab Shalat (Wajib dan Sunnah) - Bab Puasa. - Bab Zakat. - Bab Baligh. Berimankepada takdir baik dan takdir buruk, yang keduanya dating dari Alloh. [Pasal] Arti dari kalimat "Laa Ilaaha Illalloh" adalah bahwa secara nyata, tak ada yang berhak untuk disembah kecuali Alloh. Kajian Kitab : "Safinatun Najah Fi ma Yajibu `alal Abdi Ii Maulah". Karya : Syaikh Salim bin Sumair Al-Hadhromi. SafinatunNajah. Subpage Listing. 01 Pendahuluan Kitab. 02 Rukun Islam. 03 Rukun Iman. 04 Arti Syahadat. 05 Tanda Baligh. 06 Syarat Istinja. 07 Fardhu Wudhu. 08 Niat. 09 Air. lengkap dan utuh, dimulai dengan bab dasarยญdasar syari'at, kemudian bab bersuci, bab shalat, bab zakat, bab puasa dan bab haji yang ditambahkan oleh para ulama lainnya. TerjemahSafinatun Najah Bahasa Indonesia Pdf. Jika sobat pernah tinggal di pesantren, kitab safunah ini tentunya sudah tidak asing lagi, ia tidak hanya menjadi acuan dalam mempelajari dasar-dasar ilmu fikih di Indonesia namun menjadi acuan juga di beberapa negara dengan penduduk muslim lainnya. Dengan mendownload Kitab Safinatun Najah pdf di BukuFiqh Ibadah Praktis dan Mudah- Terjemah Safinatun Najah di Tokopedia โˆ™ Promo Pengguna Baru โˆ™ Cicilan 0% โˆ™ Kurir Instan. TERJEMAHSAFINATUN NAJAH Sholat , dan Thowaf , dan menyentuh AlQur-an , dan membawanya . Dan sebagaimana yang telah dibahas pada bab air, ada banyak jenis air yang bisa digunakan untuk bersuci termasuk air hujan, embun, es, mata air, air laut, air sungai dan lain-lainnya. Dan di zaman sekarang ini, ada banyak air kemasan dalam botol kitabshalat; kitab jenazah; kitab zakat; kitab shiyam; kitab hajji; kitab nikah; kitab urusan pidana; kitab hukuman; kitab jihad; kitab makanan; kitab sumpah dan nazar; kitab memutuskan perkara; kitab memerdekakan budak; kitab kelengkapan; ๐Ÿ™ do'a sehari-hari; ๐Ÿ”‰ audio podcast; ๐Ÿ’ฌ kamus istilah islam . Safinatun Najah โ€“ Matan dan Terjemah Kitab Asli Arab >> Judul Asli ุณููŠู†ุฉ ุงู„ู†ุฌุงู‡ ููŠ ู…ุง ูŠุฌุจ ุนู„ูŠ ุงู„ุนุจุฏ ู„ู…ูˆู„ุงู‡ โ€œBahtera Keselamatan Tentang Kewajiban Hamba kepada Allahโ€ Karya Syaikh Salim Samir Al-Hadhromi Asy-Syafiโ€™i Penerbit Darul Minhaj, cet. ke-1 th. 1430 H/2009 M Penerjemah Nor Kandir, ST Penerbit Pustaka Syabab Cetakan Pertama, Dzulqadah 1437 H/Agustus 2016 Kedua, Jumadil Akhir 1438 H/Januari 2017 PENGANTAR PENERJAMAH Saya memuji Allah atas nikmat-nikmat yang dianugrahkan-Nya kepada saya berupa Islam, iman, dan mengenal sunnah. Hanya dengan taufik-Nya saya diberi waktu dan kesanggupan untuk menyelesaikan terjemahan matan yang penuh berkah ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, seluruh keluarganya, juga Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, serta seluruh orang yang menapaki jalan mereka. Aamiin. Pembaca Budiman, kutaib kitab kecil dari matan Safinantun Najah ini adalah matan yang banyak dikaji oleh santri Nusantara karena penyusun matan ini bermadzhab Syafiโ€™i di mana beliau lahir di Hadromaut Yaman yang hijrah berdakwah di Batavia Jawa dan meninggal di sana. Mempelajari suatu madzhab dengan memulainya dari matan kecil adalah sebuah keharusan bagi penuntut ilmu agar dia memiliki pegangan dan memiliki sedikit wawasan tentang madzhabnya, tidak kaku menghadapi khilaf perbedaan, dan beragama dengan dalil. Banyak orang beragama ikut-ikutan dan mengukur kebenaran dengan banyaknya pelaku, padahal kebenaran itu diukur dengan dalil. Contoh sederhana saja, manusia pada umumnya menganggap bahwa jilbab lebar dan cadar adalah sesat atau cara beragama yang ekstrim, padahal jilbab lebar dan cadar merupakan madzhab Asy-Syafiโ€™i sebagaimana yang disinggung penyusun matan ini di Fasal Aurot. Yang saya lakukan dalam penerjemahan matan ini adalah 1. Menerjemahkan apa adanya dengan bahasa yang mudah dan ringkas. 2. Semua istilah syari saya sebutkan dan saya jelaskan di dalam kurung kecuali lafazh Abโ€™ad yang tidak saya temukan penjelasannya di syarahnya Kasyifatus Suja karya Syaikh Nawawi Al-Bantani. Sampai sekarang saya belum paham apa maksud Abโ€™ad di sini. 3. Untuk memudahkan, saya tambahi subjudul di tiap pembahasan. Semua kata yang terdapat dalam kurung siku โ€œ[ ]โ€ adalah tambahan penerjemah. 4. Saya sebutkan semua text Arabnya lalu diikuti terjemahannya dengan harapan bisa dimanfaatkan oleh yang ingin menghafalnya atau mengetahui teks aslinya. Perlu diketahui bahwa penyusun Safinatun Najah hanya menyelesaikan bab fiqih sampai bab Zakat, adapun bab Puasa dilengkapi oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani. Saran, masukan, nasihat, dan kritik bisa Pembaca layangkan ke email norkandir atau 085730 219 208. Saya sangat senang hati menerima masukan dari Pembaca Budiman. Semoga shalawat dan salam untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para keluarganya. Surabaya, Ahad 14 Syaโ€™ban 1437 H/22 Mei 2016 M Penerjemah Nor Kandir, ST [MUQODDIMAH] ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุจูู‡ู ู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูู…ููˆุฑู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุฎูŽุงุชูŽู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู„ุงูŽ ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ููˆู‘ูŽุฉูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ู. Segala puji milik Allah Rabb semesta alam. Dengan-Nya kami meminta pertolongan dalam urusan dunia dan agama. Semoga shalawat dan salam Allah atas tuan kita Muhammad penutup para Nabi, keluarganya, dan Sahabatnya semua. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan dari Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia. [Rukun Islam] ุฃูŽุฑู’ูƒูŽุงู†ู ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŒ 1- ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŽุงู‹ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู 2- ุฅูู‚ูŽุงู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู. 3- ุฅููŠู’ุชูŽุงุกู ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู. 4- ุตูŽูˆู’ู…ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ. 5- ุญูŽุฌู‘ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ู…ูŽู†ู ุงุณู’ุชูŽุทูŽุงุนูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุณูŽุจููŠู’ู„ุงู‹. Fasal Rukun Islam ada 5, yaitu syahadat laa ilaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Romadhon, dan haji ke Baitullah bagi yang mampu menempuh perjalananya. [Rukun Iman] ุฃูŽุฑู’ูƒูŽุงู†ู ุงู„ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู ุณูุชู‘ูŽุฉูŒ 1- ุฃูŽู†ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‡ู. 2- ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุชูู‡ู. 3- ูƒูุชูุจูู‡ู. 4- ุฑูุณูู„ูู‡ู. 5- ุจูุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู. 6- ุจูุงู„ู’ู‚ูŽุฏูŽุฑู ุฎูŽูŠู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑู‘ูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰. Fasal Rukun imam ada 6, yaitu kamu beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari Akhir, dan takdir yang baik maupun yang buruk semuanya dari Allah. [Makna Kalimat Tauhid] ูˆูŽู…ูŽุนู’ู†ูŽู‰ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ุงูŽ ู…ูŽุนู’ุจููˆุฏูŽ ุจูุญูŽู‚ู‘ู -ูููŠู’ ุงู„ู’ูˆูุฌููˆู’ุฏู- ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู. Fasal Makna ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู adalah tidak ada yang berhak disembah โ€”dalam wujudโ€” selain Allah. [Tanda Baligh] ุนูŽู„ุงูŽู…ูŽุงุชู ุงู„ู’ุจูู„ููˆู’ุบู ุซูŽู„ุงูŽุซูŒ 1- ุชูŽู…ูŽุงู…ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูููŠู’ ุงู„ุฐู‘ูŽูƒู‘ูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฃูู†ู’ุซูŽู‰. ูˆูŽ2- ุงู„ุงุญู’ุชูู„ุงูŽู…ู ูููŠู’ ุงู„ุฐู‘ูŽูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฃูู†ู’ุซูŽู‰ ู„ูุชูุณู’ุนู ุณูู†ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽ3- ุงู„ู’ุญูŽูŠู’ุถู ูููŠู’ ุงู„ุฃูู†ู’ุซูŽู‰ ู„ูุชูุณู’ุนู ุณูู†ููŠู’ู†ูŽ. Fasal Tanda baligh ada tiga, yaitu [1] umur 15 tahun sempurna bagi lelaki maupun perempuan. [2] ihtilam mimpi basah bagi lelaki maupun perempuan yang biasanya berumur 9 tahun, dan [3] haidh bagi perempuan yang biasanya berumur 9 tahun. [Syarat Istinja] ุดูุฑููˆู’ุทู ุฅูุฌู’ุฒูŽุงุกู ุงู„ู’ุญูŽุฌูŽุฑู ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠูŽุฉูŒ 1- ุฃู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุจูุซูŽู„ุงูŽุซุฉู ุฃูŽุญู’ุฌูŽุงุฑู. ูˆูŽ2- ุฃู†ู’ ูŠูู†ู’ู‚ููŠูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุญูŽู„ู‘ูŽ. ูˆูŽ3- ุฃู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฌููู‘ูŽ ุงู„ู†ูŽุฌูŽุณู. ูˆูŽ4- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ุชูŽู‚ูู„ูŽ. ูˆูŽ5- ู„ุงูŽ ูŠูŽุทู’ุฑูŽุฃูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุขุฎูŽุฑู. ูˆูŽ6- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูุฌูŽุงูˆูุฒูŽ ุตูŽูู’ุญูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุญูŽุดูŽููŽุชูŽู‡ู. ูˆูŽ7- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูุตููŠู’ุจูŽู‡ู ู…ูŽุงุกูŒ. ูˆูŽ8- ุฃู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุญู’ุฌูŽุงุฑู ุทูŽุงู‡ูุฑูŽุฉู‹. Fasal Syarat sah bersuci dengan batu istinja ada 8, yaitu [1] jumlah batunya tiga, [2] membersihkan tempat najis, [3] najisnya belum kering, [4] najis belum berpindah tempat, [5] tidak tercampur dengan najis lain, [6] tidak melampaui shofhah daerah yang tertutup dari kedua pantat saat berdiri dan hasyafah daerah/kuncup yang nampak dari penis lelaki setelah dikhitan, [7] tidak terkena air, dan [8] batu tersebut haruslah suci. [Rukun Wudhu] ููุฑููˆู’ุถู ุงู„ู’ูˆูุถููˆู’ุกู ุณูุชู‘ูŽุฉูŒ ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠู’ุบูŽุณู’ู„ู ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู ุบูŽุณู’ู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู†ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูุฏูŽูŠู’ู†ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูุฑู’ููŽู‚ูŽูŠู’ู†ู. ุงู„ุฑู‘ูŽุงุจุนู ู…ูŽุณู’ุญู ุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฃู’ุณู. ุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู ุบูŽุณู’ู„ู ุงู„ุฑู‘ูุฌู’ู„ูŽูŠู’ู†ู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽูŠู’ู†ู. ุงู„ุณู‘ูŽุงุฏูุณู ุงู„ุชู‘ูŽุฑู’ุชููŠู’ุจู. Fasal Fardhu rukun wudhu ada 6, yaitu [1] niat, [2] membasuh wajah, [3] membasuh dua tangan hingga siku, [4] mengusap sebagian kepala, [5] membasuh dua kaki hingga mata-kaki, dan [6] tertib berurutan. [Arti Niat dan Tertib] ุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู ู‚ูŽุตู’ุฏู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุกู ู…ูู‚ู’ุชูŽุฑูู†ุงู‹ ุจูููุนู’ู„ูู‡ู. ูˆูŽู…ูŽุญูŽู„ู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู. ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู„ูŽูู‘ูุธู ุจูู‡ูŽุง ุณูู†ู‘ูŽุฉูŒ. ูˆูŽูˆูŽู‚ู’ุชูู‡ูŽุงุŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุบูŽุณู’ู„ู ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุฌูุฒู’ุกู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ู. ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุฑู’ุชููŠู’ุจู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ุนูุถู’ูˆูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูุถู’ูˆู. Fasal niat adalah menyegaja sesuatu yang dibarengi dengan mengerjakannya dan tempat niat ada di dalam hati. Melafazhkannya adalah sunnah. Waktu niat adalah saat membasuh bagian pertama dari wajah. Maksud tertib adalah bagian yang pertama tidak didahului bagian yang lain. [Hukum Air] ุงู„ู…ูŽุงุกู ู‚ูŽู„ููŠู’ู„ูŒ ูˆูŽูƒูŽุซููŠู’ุฑูŒ. ููŽุงู„ู’ู‚ูŽู„ููŠู’ู„ู ู…ูŽุง ุฏููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูู„ู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุซููŠู’ุฑู ู‚ูู„ู‘ูŽุชูŽุงู†ู ููŽุฃูƒู’ุซูŽุฑู. ูˆูŽุงู„ู‚ูŽู„ููŠู’ู„ู ูŠูŽุชูŽู†ูŽุฌู‘ูŽุณู ุจููˆูู‚ููˆู’ุนู ุงู„ู†ู‘ูŽุฌูŽุงุณูŽุฉู ูููŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูู† ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽุบูŽูŠู‘ูŽุฑู’. ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุงู„ู’ูƒูŽุซููŠู’ุฑู ู„ุงูŽ ูŠูŽุชูŽู†ูŽุฌู‘ูŽุณู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฅุฐุง ุชูŽุบูŽูŠู‘ูŽุฑูŽ ุทูŽุนู’ู…ูู‡ูุŒ ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽูˆู’ู†ูู‡ูุŒ ุฃูˆู’ ุฑููŠู’ุญูู‡ู. Fasal Air sedikit dan banyak. Air sedikit itu jika kurang dari dua kulah dan air banyak jika lebih dari dua kulah. Air sedikit menjadi najis dengan jatuhnya benda najis ke dalamnya meskipun tidak berubah. Sementara air banyak tidak menjadi najis dengan jatuhnya benda najis ke dalamnya kecuali jika berubah rasanya, warnanya, atau aromanya. [Yang Mewajibkan Mandi] ู…ููˆู’ุฌูุจูŽุงุชู ุงู„ู’ุบูุณู’ู„ู ุณูุชู‘ูŽุฉูŒ 1- ุฅููŠู’ู„ุงูŽุฌู ุงู„ู’ุญูŽุดูŽููŽุฉู ูููŠู’ ุงู„ู’ููŽุฑู’ุฌู. ูˆูŽ2- ุฎูุฑููˆูุฌู ุงู„ู’ู…ูŽู†ูŠู‘ู ูˆูŽ3- ุงู„ู’ุญูŽูŠู’ุถู ูˆูŽ4- ุงู„ู†ู‘ูŽููŽุงุณู ูˆูŽ5- ุงู„ู’ูˆูู„ุงูŽุฏูŽุฉู ูˆูŽ6- ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู. Fasal Yang mewajibkan mandi ada 6 hal, yaitu [1] masuknya hasyafah kuncup dzakar ke farji vagina, [2] keluarnya mani, [3] haidh, [4] nifas, [5] melahirkan, dan [6] meninggal. [Rukun Mandi] ููุฑููˆู’ุถู ุงู„ู’ุบูุณู’ู„ู ุงุซู’ู†ูŽุงู†ู 1- ุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู ูˆูŽ2- ุชูŽุนู’ู…ููŠู’ู…ู ุงู„ู’ุจูŽุฏูŽู†ู ุจูุงู„ู…ูŽุงุกู. Fasal Fardhu rukun mandi besar ada 2, yaitu niat dan mengguyur rata badan dengan air. [Syarat Wudhu] ุดูุฑููˆู’ุทู ุงู„ู’ูˆูุถููˆู’ุกู ุนูŽุดูŽุฑูŽุฉูŒ 1- ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ู. ูˆูŽ2- ุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ูŠููŠู’ุฒู. ูˆูŽ3- ุงู„ู†ู‘ูŽู‚ูŽุงุกู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽูŠู’ุถูุŒ ูˆุงู„ู†ู‘ูููŽุงุณู. ูˆูŽ4- ุนูŽู…ู‘ูŽุง ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนู ูˆูุตููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽุดูŽุฑูŽุฉู. ูˆูŽ5- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูุถู’ูˆู ู…ูŽุง ูŠูุบูŽูŠู‘ูุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูŽ. ูˆูŽ6- ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ู ุจูููŽุฑู’ุถููŠู‘ูŽุชูู‡ู. ูˆูŽ7- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽู‚ูุฏูŽ ููŽุฑู’ุถูŽุงู‹ ู…ูู†ู’ ููŽุฑููˆู’ุถูู‡ู ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹. ูˆูŽ8- ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุงู„ุทู‘ูŽู‡ููˆู’ุฑู. ูˆูŽ9- ุฏูุฎููˆู’ู„ู ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู ูˆูŽ10- ุงู„ู’ู…ููˆูŽุงู„ุงูŽุฉู ู„ูุฏูŽุงุฆูู…ู ุงู„ู’ุญูŽุฏูŽุซู. Fasal syarat wudhu ada 10, yaitu [1] Islam, [2] tamyiz bisa membedakan yang baik dan benar, [3] bersih dari haidh dan nifas, [4] bersih dari yang menghalangi air meresap ke kulit, [5] tidak ada anggota wudhu yang merubah air suci, [6] mengetahui wajib wudhu, [7] tidak meyakini sunnah sebagai wajib wudhu, [8] airnya suci, [9] masuk waktu, dan [10] muwalah bagi yang sering berhadats. [Pembatal Wudhu] ู†ูŽูˆูŽุงู‚ูุถู ุงู„ู’ูˆูุถููˆู’ุกู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุฃูŽุดู’ูŠูŽุงุกูŽ ุงู„ุฃูŽูˆู„ู ุงู„ู’ุฎูŽุงุฑุฌู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุญูŽุฏู ุงู„ุณู‘ูŽุจููŠู’ู„ูŽูŠู’ู†ูุŒ ู…ูู†ู’ ู‚ูุจูู„ู ุฃูŽูˆู’ ุฏูุจูุฑูุŒ ุฑููŠู’ุญูŒ ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูุŒ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽู†ููŠู‘ูŽ. ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠู’ ุฒูŽูˆูŽุงู„ู ุงู„ู’ุนูŽู‚ู’ู„ู ุจูู†ูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูุŒุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‚ูŽุงุนูุฏู ู…ูู…ูŽูƒู‘ูู†ู ู…ูŽู‚ู’ุนูŽุฏูŽุชูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู ุงู„ู’ุชูู‚ูŽุงุกู ุจูŽุดูŽุฑูŽุชูŽูŠู’ ุฑูŽุฌูู„ู ูˆูŽุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ูƒูŽุจููŠู’ุฑูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽุฌู’ู†ูŽุจููŠู‘ูŽูŠู’ู†ู ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽุงุฆูู„ู. ุงู„ุฑู‘ูŽุงุจุนูŽ ู…ูŽุณู‘ู ู‚ูุจูู„ู ุงู„ุขุฏูŽู…ููŠู‘ูุŒ ุฃูŽูˆู’ ุญูŽู„ู’ู‚ูŽุฉู ุฏูุจูุฑูู‡ู ุจูุจูŽุทู’ู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูŽุฉูุŒ ุฃููˆู’ ุจูุทููˆู’ู†ู ุงู„ุฃูŽุตูŽุงุจุนู. Fasal Pembatal wudhu ada 4, yaitu [1] apapun yang keluar dari salah satu dari dua jalan yaitu qubul jalan depan/kemaluan atau dubur jalan belakang/ anus, baik kentut atau lainnya kecuali mani, [2] hilangnya akal dengan tidur atau lainnya kecuali tidurnya orang yang duduk sambil mengokohkan duduknya di tanah lantai, dan [3] bersentuhannya dua kulit lelaki dengan perempuan dewasa tanpa pembatas, dan [4] menyentuh qubul anak Adam atau lingkarang duburnya dengan telapak tangan atau jari-jarinya. [Yang Diharamkan Bagi yang Berhadats] ู…ูŽู†ู ุงู†ู’ุชูŽู‚ูŽุถูŽ ูˆูุถููˆู’ุกูŽู‡ู ุญูŽุฑูู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุฃูŽุดููŠูŽุงุกูŽ 1- ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู. ูˆูŽ2- ุงู„ุทู‘ูŽูˆูŽุงูู. ูˆูŽ3- ู…ูŽุณู‘ู ุงู„ู’ู…ูุตู’ุญูŽูู. ูˆูŽ4- ุญูŽู…ู’ู„ูู‡ู. Siapa yang batal wudhunya maka dia diharamkan 4 hal, yaitu [1] shalat, [2] thawaf, [3] memegang mushaf, dan [4] membawanya. [Yang Diharamkan Bagi Orang Junub] ูˆูŽูŠูŽุญู’ุฑูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูู†ูุจู ุณูุชู‘ูŽุฉู ุฃูŽุดู’ูŠูŽุงุกูŽ 1-ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉ. ูˆูŽ2- ุงู„ุทู‘ูŽูˆูŽุงูู. ูˆูŽ3- ู…ูŽุณู‘ู ุงู„ู’ู…ูุตู’ุญูŽูู. ูˆูŽ4- ุญูŽู…ู’ู„ูู‡ู. ูˆูŽ5- ุงู„ู„ู‘ูุจู’ุซู ูููŠู’ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู. ูˆูŽ6- ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู. Orang junub diharamkan 6 hal, yaitu [1] shalat, [2] thawaf, [3-4] memegang mushaf dan membawanya, [5] berdiam diri di masjid, dan [6] membaca Al-Qurโ€™an. [Yang Diharamkan Bagi Wanita Haid] ูˆูŽูŠูŽุญู’ุฑูู…ู ุจูุงู„ู’ุญูŽูŠู’ุถู ุนูŽุดูŽุฑูŽุฉู ุฃูŽุดู’ูŠูŽุงุกูŽ 1- ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู. ูˆูŽ2- ุงู„ุทู‘ูŽูˆูŽุงูู. ูˆูŽ3- ู…ูŽุณู‘ู ุงู„ู’ู…ูุตู’ุญูŽูู. ูˆูŽ4- ุญูŽู…ู’ู„ูู‡ู. ูˆูŽ5- ุงู„ู„ู‘ูุจู’ุซู ูููŠู’ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู. ูˆูŽ6- ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู. ูˆูŽ7- ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู. ูˆูŽ8- ุงู„ุทู‘ูŽู„ุงูŽู‚ู. ูˆูŽ9- ุงู„ู…ูุฑููˆู’ุฑู ูููŠู’ ุงู„ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุฅูู†ู’ ุฎูŽุงููŽุชู’ ุชูŽู„ู’ูˆููŠู’ุซูŽู‡ู. ูˆูŽ10- ุงู„ุงุณู’ุชูู…ู’ุชูŽุงุนู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูุฑูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ููƒู’ุจูŽุฉู. Wanita haidh diharamkan 10 hal, yaitu [1] shalat, [2] thawaf, [3-4] menyentuh mushaf dan membawanya, [5] berdiam diri di masjid, [6] membaca Al-Qurโ€™an, [7] puasa, [8] talaq, [9] melewati masjid jika takut mengotorinya, dan [10] istimtaโ€™ bercumbu di sekitar daerah antara pusar dan lutut. [Sebab Tayammum] ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจู ุงู„ุชู‘ูŽูŠูŽู…ู‘ูู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ 1- ููŽู‚ู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽ2- ุงู„ู’ู…ูŽุฑูŽุถู. ูˆูŽ3-ุงู„ุงุญู’ุชููŠูŽุงุฌู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู„ูุนูŽุทูŽุดู ุญูŽูŠูŽูˆูŽุงู†ู ู…ูุญู’ุชูŽุฑูู…ู. Fasal Sebab tayammum ada 3, yaitu [1] tidak ada air, [2] sakit, dan [3] airnya dibutuhkan untuk memberi minum binatang kehausan yang muhtarom yang dimuliakan syaraโ€™. ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุชูŽุฑูŽู… ุณูุชู‘ูŽุฉูŒ 1- ุชูŽุงุฑููƒู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู. ูˆูŽ2- ุงู„ุฒู‘ูŽุงู†ููŠู’ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ู. ูˆูŽ3- ุงู„ู’ู…ูุฑู’ุชูŽุฏู‘ู. ูˆูŽ4-ุงู„ูƒูŽุงููุฑู ุงู„ู’ุญูŽุฑู’ุจููŠู‘ู. ูˆูŽ5- ุงู„ู’ูƒูŽู„ู’ุจู ุงู„ู’ุนูŽู‚ููˆู’ุฑู. ูˆูŽ6- ุงู„ู’ุฎูู†ู’ุฒููŠู’ุฑู. Orang yang tidak dihormati ada 6, yaitu [1] peninggal shalat, [2] pezina muhshon, [3] murtad, [4] kafir harbi, [5] anjing galak, dan [6] babi. [Syarat Tayammum] ุดูุฑููˆู’ุทู ุงู„ุชู‘ูŽูŠูŽู…ู‘ูู…ู ุนูŽุดูŽุฑูŽุฉูŒ 1- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุจูุชูุฑูŽุงุจู. ูˆูŽ2- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูุฑูŽุงุจู ุทูŽุงู‡ูุฑูŽุงู‹. ูˆูŽ3- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ู…ูุณู’ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ุงู. ูˆูŽ4- ุฃู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูุฎูŽุงู„ูุทูŽู‡ู ุฏูŽู‚ููŠู’ู‚ูŒ ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูู‡ู. ูˆูŽ5- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ู’ุตูุฏูŽู‡ู. ูˆูŽ6- ุฃู†ู’ ูŠูŽู…ู’ุณูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽู‡ู ูˆูŽูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุจูุถูŽุฑู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽ7- ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒููŠู’ู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุฌูŽุงุณูŽุฉูŽ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ุงู‹. ูˆูŽ8- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฌู’ุชูŽู‡ูุฏูŽ ูููŠู’ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽู‡ู. ูˆูŽ9- ุฃู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽูŠูŽู…ู‘ูู…ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฏูุฎููˆู’ู„ู ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู. ูˆูŽ10- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽูŠูŽู…ู‘ูŽู…ูŽ ู„ููƒูู„ู‘ู ููŽุฑู’ุถู. Fasal Syarat tayammum ada 10, yaitu [1] dengan debu, [2] debunya suci, [3] tidak debu mustaโ€™mal sudah digunakan, [4] tidak bercampur gandum atau semacamnya, [5] sengaja tayammum, [6] membasuh wajah dan dua tangannya dengan dua kali tepukan tanah, [7] sebelumnya sudah membersihkan najis badan, [8] ijtihad menentukan qiblat, [9] tayammum setelah masuk waktu, dan [10] tayammum sekali untuk tiap shalat fardhu. [Rukun Tayammum] ููุฑููˆู’ุถู ุงู„ุชู‘ูŽูŠูŽู…ู‘ูู…ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŒ ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ู†ูŽู‚ู’ู„ู ุงู„ุชู‘ูุฑูŽุงุจู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠู’ ุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู ู…ูŽุณู’ุญู ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ู. ุงู„ุฑู‘ูŽุงุจุนู ู…ูŽุณู’ุญู ุงู„ู’ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู†ู ุฅูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุฑู’ููŽู‚ูŽูŠู’ู†ู. ุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู ุงู„ุชู‘ูŽุฑู’ุชููŠู’ุจู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุญูŽุชูŽูŠู’ู†ู. Fasal Fardhu rukun tayammum ada 5, yaitu [1] memindah debu, [2] niat, [3] mengusap wajah, [4] mengusap tangan hingga siku-siku, dan [5] tertib dalam mengusap. [Pembatal Tayammum] ู…ูุจู’ุทูู„ุงูŽุชู ุงู„ุชู‘ูŽูŠูŽู…ู‘ูู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ 1- ู…ูŽุง ุฃูŽุจู’ุทูŽู„ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุถููˆู’ุกูŽ. ูˆูŽ2- ุงู„ุฑู‘ูุฏู‘ูŽุฉูŽ. ูˆูŽ3- ุชูŽูˆูŽู‡ู‘ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุฅูู†ู’ ุชูŽูŠูŽู…ู‘ูŽู…ูŽ ู„ูููŽู‚ู’ุฏูู‡ู. Fasal Pembatal-pembatal tayammum ada 3, yaitu [1] apa saja yang membatalkan wudhu, [2] murtad, dan [3] ragu adanya air jika sebab tayamumnya karena ketiadaan air. [Najis yang Bisa Suci] ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ูŠูŽุทู’ู‡ูุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุฌูŽุงุณูŽุงุชู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ 1- ุงู„ู’ุฎูŽู…ู’ุฑู ุฅูุฐูŽุง ุชูŽุฎูŽู„ู‘ูŽู„ูŽุชู’ ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง. ูˆูŽ2- ุฌูู„ู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู’ุชูŽุฉู ุฅูุฐูŽุง ุฏูุจูุบูŽ ูˆูŽ3- ู…ูŽุง ุตูŽุงุฑูŽ ุญูŽูŠูŽูˆุงู†ุงู‹. Fasal Yang bisa menjadi suci dari najis ada 3, yaitu [1] khomr arak yang berubah dengan sendirinya menjadi cuka, [2] kulit bangkai jika disamak, dan [3] binatang yang disembelih. [Pembagian Najis] ุงู„ู†ู‘ูŽุฌูŽุงุณูŽุงุชู ุซูŽู„ุงูŽุซูŒ ู…ูุบูŽู„ู‘ูŽุธูŽุฉูŒุŒ ูˆูŽู…ูุฎูŽูู‘ูŽููŽุฉูŒุŒ ูˆูŽู…ูุชูŽูˆูŽุณู‘ูุทูŽุฉูŒ. ุงู„ู’ู…ูุบูŽู„ู‘ูŽุธูŽุฉู ู†ูŽุฌูŽุงุณูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูŽู„ู’ุจู ูˆูŽุงู„ู’ุฎูู†ู’ุฒููŠู’ุฑู ูˆูŽููŽุฑู’ุบู ุฃูŽุญุฏูู‡ูู…ูŽุง. ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฎูŽูู‘ูŽููŽุฉ ุจูŽูˆู’ู„ู ุงู„ุตู‘ูŽุจููŠู‘ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุทู’ุนูู…ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽุจูŽู†ู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุจู’ู„ูุบู ุงู„ู’ุญูŽูˆู’ู„ูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุชููˆูŽุณู‘ูŽุทูŽุฉู ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุฌูŽุงุณูŽุงุชู. Fasal Najis itu ada 3, yaitu [1] mughollazhoh, [2] mukhoffafah, dan [3] mutawasithoh. Mughollazhoh adalah najis anjing dan babi beserta anak-anaknya, mukhoffafah adalah kencing bayi yang belum makan apapun selain ASI dan belum mencapai 2 tahun, dan mutawasithoh adalah najis selain keduanya. [Cara Menghilangkan Najis] ุงู„ู’ู…ูุบูŽู„ู‘ูŽุธูŽุฉู ุชูŽุทู’ู‡ูุฑู ุจูุณูŽุจู’ุนู ุบูŽุณูŽู„ุงูŽุชู ุจูŽุนู’ุฏ ุฅูุฒูŽุงู„ูŽุฉู ุนูŽูŠู’ู†ูู‡ูŽุง ุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูุชูุฑูŽุงุจู. ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุฎูŽูู‘ููŽุฉู ุชูŽุทู’ู…ูุฑู ุจูุฑูŽุดู‘ู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุบูŽู„ูŽุจูŽุฉู ูˆูŽุฅูุฒูŽุงู„ูŽุฉู ุนูŽูŠู’ู†ูู‡ุง. ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุชูŽูˆูŽุณู‘ูŽุทูŽุฉู ุชูŽู†ู’ู‚ูŽุณูู…ู ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูุณู’ู…ูŽูŠู’ู†ู ุนูŽูŠู’ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒุŒ ูˆูŽุญููƒู’ู…ููŠู‘ูŽุฉูŒ. ุงู„ู’ุนูŽูŠู’ู†ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽุชููŠู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูˆู’ู†ูŒ ูˆูŽุฑููŠู’ุญูŒ ูˆูŽุทูŽุนู’ู…ูŒุŒ ููŽู„ุงูŽ ุจูุฏู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฅูุฒูŽุงู„ูŽุฉู ู„ูŽูˆู†ูู‡ูŽุง ูˆูŽุฑูŠูุญูู‡ูŽุง ูˆูŽุทูŽุนู’ู…ูู‡ูŽุง. ูˆูŽุงู„ู’ุญููƒู’ู…ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽุชููŠู’ ู„ุงูŽ ู„ูŽูˆู’ู†ูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฑูŠู’ุญูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุทูŽุนู’ู…ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุงุŒ ูŠูŽูƒู’ูููŠู’ูƒูŽ ุฌูŽุฑู’ูŠู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง. Fasal Mughollazhoh disucikan dengan 7 basuhan setelah dihilangkan najisnya terlebih dahulu di mana salah satunya dengan debu. Mukhoffafah disucikan dengan memercikkan air di atasnya disertai menghilangkan najisnya. Mutawassithoh dibagi dua, yaitu [1] ainiyah dan [2] hukmiyah. Najis aini adalah najis yang memiliki warna, aroma, dan rasa sehingga cara mensucikannya harus menghilangkan warna, aroma, dan rasanya. Najis hukmi adalah najis yang tidak berwarna, beraroma, dan berasa sehingga cukup mengalirkan air di atasnya. [Haid dan Nifas] ุฃู‹ู‚ูŽู„ู‘ู ุงู„ู’ุญูŽูŠู’ุถู ูŠูŽูˆู’ู…ูŒ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŒ. ูˆูŽุบูŽุงู„ูุจูู‡ู ุณูุชู‘ูŒ ุฃูŽูˆู’ ุณูŽุจู’ุนูŒ. ูˆูŽุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูู‡ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ุงู‹ ุจูู„ูŽูŠูŽุงู„ููŠู’ู‡ูŽุง. ุฃูŽู‚ูŽู„ู‘ู ุงู„ุทู‘ูู‡ู’ุฑู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠู’ุถูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุงู‹. ูˆูŽุบูŽุงู„ูุจูู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููˆู’ู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุงู‹ุŒ ุฃูŽูˆู’ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููˆู’ู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุงู‹. ูˆูŽู„ุงูŽ ุญูŽุฏู‘ูŽ ู„ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูู‡ู. ุฃูŽู‚ูŽู„ู‘ู ุงู„ู†ู‘ูููŽุงุณู ู…ูŽุฌู‘ูŽุฉูŒ. ูˆูŽุบูŽุงู„ูุจูู‡ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููˆู’ู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุงู‹. ูˆูŽุฃูŽูƒูุซูŽุฑูู‡ู ุณูุชู‘ููˆู’ู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุงู‹. Fasal Sedikitnya haidh adalah sehari semalam, umumnya 6 atau 7 hari, dan terbanyak adalah 15 sehari semalam. Sedikitnya masa suci antara dua haidh adalah 15 hari, umumnya 24 atau 23 hari, tetapi terkadang seseorang lebih lama dari itu. Masa nifas paling sedikit adalah setetes darah, umumnya 40 hari, dan maksimal 60 hari. [KITAB SHALAT] [Udzur Shalat] ุฃูŽุนู’ุฐูŽุงุฑู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉู ุงุซู’ู†ูŽุงู†ู 1- ุงู„ู†ู‘ูŽูˆู’ู…ู. ูˆูŽ2- ุงู„ู†ู‘ูุณู’ูŠูŽุงู†ู. Fasal Udzur shalat ada dua, yaitu tidur dan lupa. [Syarat Shalat] ุดูุฑููˆู’ุทู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุซูŽู…ูŽุงู†ููŠูŽุฉูŒ 1- ุทูŽู‡ูŽุงุฑูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽุฏูŽุซูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽ2- ุงู„ุทู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูŽุฉู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุฌูŽุงุณูŽุฉู ูููŠู’ ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุจู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฏูŽู†ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูƒูŽุงู†ู. ูˆูŽ3- ุณูŽุชู’ุฑู ุงู„ู’ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉู. ูˆูŽ4- ุงุณู’ุชูู‚ู’ุจูŽุงู„ู ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู. ูˆูŽ5- ุฏูุฎููˆู’ู„ู ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู. ูˆูŽ6- ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุจูููŽุฑู’ุถููŠู‘ูŽุชูู‡ูŽุง. ูˆูŽ7- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽู‚ูุฏูŽ ููŽุฑู’ุถูŽุงู‹ ู…ูู†ู’ ููุฑููˆู’ุถูู‡ูŽุง ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹. ูˆูŽ8- ุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจู ุงู„ู’ู…ูุจู’ุทูู„ุงูŽุชู. Fasal Syarat shalat ada 8, yaitu [1] suci dari dua hadats besar dan kecil, [2] suci dari najis pada pakaian, badan, dan tempat, [3] menutup aurat, [4] menghadap qiblat, [5] masuk waktu, [6] mengetahui fardhu shalat, [7] tidak meyakini fardhu shalat sebagai sunnah, dan [8] menjauhi pembatal-pembatalnya. [Pembagian Hadats] ุงู„ุฃูŽุญู’ุฏูŽุงุซู ุงุซู’ู†ูŽุงู†ู ุฃูŽุตู’ุบูŽุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ููŽุงู„ุฃูŽุตู’ุบูŽุฑู ู…ูŽุง ุฃูˆู’ุฌูŽุจูŽ ุงู„ู’ูˆูุถููˆู’ุกูŽ. ูˆูŽุงู„ุฃูŽูƒุจูŽุฑู ู…ูŽุง ุฃูŽูˆู’ุฌูŽุจูŽ ุงู„ู’ุบูุณู’ู„ูŽ. Hadats itu ada dua, yaitu ashghor kecil seperti kencing dan akbar besar seperti junub. Ashghor adalah hadats yang mewajibkan wudhu dan akbar adalah yang mewajibkan mandi. [Pembagian Aurot] ุงู„ู’ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŒ 1- ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ู…ูุทู’ู„ูŽู‚ูŽุงู‹. ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ูŽุฉู ูููŠู’ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูุฑูŽุฉู ูˆุงู„ุฑู‘ููƒู’ุจูŽุฉู. ูˆูŽ2- ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู’ุญูุฑู‘ูŽุฉู ูููŠู’ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุจูŽุฏูŽู†ูู‡ูŽุง ู…ูŽุง ุณููˆูŽู‰ ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽ3- ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู’ุญูุฑู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฃูŽู…ูŽุฉู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุฃูŽุฌูŽุงู†ูุจู ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ู’ุจูŽุฏูŽู†ู. ูˆูŽ4- ุนูู†ู’ุฏูŽ ู…ูŽุญูŽุงุฑูู…ูู‡ู…ูŽุง ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูุฑู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ููƒู’ุจูŽุฉู. Aurot itu ada 4, yaitu [1] aurot lelaki mutlak maksudnya, di dalam shalat dan luar shalat dan wanita di dalam shalat yakni antara pusar dan lutut, [2] aurot wanita merdeka bukan budak di dalam shalat adalah seluruh badannya selain wajah dan telapak tangan, [3] aurot wanita merdeka dan budak wanita terhadap lelaki asing adalah seluruh badannya, dan [4] sementara aurot keduanya terhadap mahrom dan wanita lain adalah antara pusar dan lutut. [Rukun Shalat] ุฃูŽุฑู’ูƒูŽุงู†ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠู’ ุชูŽูƒู’ุจููŠู’ุฑุฉู ุงู„ุฅูุญู’ุฑูŽุงู…ู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‚ูŽุงุฏูุฑู ูููŠู’ ุงู„ู’ููŽุฑู’ุถู. ุงู„ุฑู‘ูŽุงุจุนู ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ุงู„ู’ููŽุงุชูุญูŽุฉู. ุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู ุงู„ุฑู‘ูŽูƒููˆู’ุนู. ุงู„ุณู‘ูŽุงุฏูุณู ุงู„ุทู‘ูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู’ู†ูŽุฉู ูููŠู’ู‡ู. ุงู„ุณู‘ูŽุงุจุนู ุงู„ุงุนู’ุชูุฏูŽุงู„ู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู…ูู†ู ุงู„ุทู‘ูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู’ู†ูŽุฉู ูููŠู’ู‡ู. ุงู„ุชู‘ูŽุงุณูุนู ุงู„ุณู‘ูุฌููˆู’ุฏู ู…ูŽุฑู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู. ุงู„ู’ุนูŽุงุดูุฑู ุงู„ุทู‘ูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู’ู†ูŽุฉู ูููŠู’ู‡ู. ุงู„ู’ุญูŽุงุฏููŠู’ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุงู„ู’ุฌูู„ููˆู’ุณู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุฌู’ุฏูŽุชูŽูŠู’ู†ู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠู’ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุงู„ุทู‘ูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู’ู†ูŽุฉู ูููŠู’ู‡ู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุดูŽู‡ู‘ูุฏู ุงู„ุฃูŽุฎููŠู’ุฑู. ุงู„ุฑู‘ูŽุงุจูุนูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุงู„ู’ู‚ูุนููˆู’ุฏู ูููŠู’ู‡ู. ุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูููŠู’ู‡ู. ุงู„ุณู‘ูŽุงุฏูุณูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู. ุงู„ุณู‘ูŽุงูุจูŽุนูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุฑู’ุชููŠู’ุจู. Fasal Rukun shalat ada 17, yaitu [1] niat, [2] takbiratul ihrom, [3] berdiri bagi yang mampu dalam shalat wajib, [4] membaca Al-Fatihah, [5] rukuโ€™, [6] thumaโ€™ninah, [7] iโ€™tidal, [8] thumaโ€™ninah saat iโ€™tidal, [9] sujud dua kali, [10] thumaโ€™ninah saat sujud, [11] duduk antara dua sujud, [12] thumaโ€™ninah saat duduk, [13] tasyahhud akhir, [14] duduk, [15] shalawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, [16] salam, dan [17] tertib. [Niat Shalat] ุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู ุซูŽู„ุงูŽุซู ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุงุชู 1-ุฅู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ููŽุฑู’ุถูŽุงู‹. ูˆูŽุฌูŽุจูŽ ู‚ูŽุตู’ุฏู ุงู„ู’ููุนู’ู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุนู’ูŠููŠู’ู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฑู’ุถููŠู‘ูŽุฉู. ูˆ2- ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู†ูŽุงููู„ูŽุฉู‹ ู…ูุคู‚ู‘ูŽุชูŽุฉู‹ ูƒูŽุฑูŽุงุชูุจูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุฐูŽุงุชู ุณูŽุจูŽุจูุŒ ูˆูŽุฌูŽุจูŽ ู‚ูŽุตู’ุฏู ุงู„ู’ููุนู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุนู’ูŠููŠู’ู†ู. ูˆูŽ3- ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู†ูŽุงููู„ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽุฌูŽุจูŽ ู‚ูŽุตู’ุฏู ุงู„ู’ููุนู’ู„ู ููŽู‚ูŽุทู’. ุงู„ู’ููุนู’ู„ู ุฃูุตูŽู„ู‘ููŠู’. ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุนู’ูŠููŠู’ู†ู ุธูู‡ู’ุฑูŽุงู‹ุŒ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุตู’ุฑูŽุงู‹. ูˆูŽุงู„ู’ููŽุฑู’ุถููŠู‘ูŽุฉู ููŽุฑู’ุถูŽุงู‹. Fasal niat ada 3 tingkatan, yaitu [1] jika shalat fardhu maka wajib menyengaja berbuat dan taโ€™yin menentukan jenis shalat serta fardhiyah menyatakan kefardhuan, [2] jika shalat sunnah muaqqot yang ditentukan waktunya seperti sunnah rawatib atau yang memiliki sebab maka wajib menyengaja berbuat dan taโ€™yin, dan [3] jika shalat sunnah mutlak tidak terikat waktu maka wajib menyengaja berbuat saja. Yang dimaksud berbuat adalah ucapan ushalli aku shalat, taโ€™yin adalah ucapan Zhuhur atau Ashar, dan fardhiyyah adalah fardhu. [Syarat Takbiratul Ihrom] ุดูุฑููˆู’ุทู ุชูŽูƒู’ุจููŠู’ุฑูŽุฉู ุงู„ุฅูุญู’ุฑุงู…ู ุณูุชู‘ูŽุฉูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ 1- ุฃูŽู†ู’ ุชูŽู‚ูŽุนูŽ ุญูŽุงู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ูููŠู’ ุงู„ู’ููŽุฑู’ุถู. ูˆูŽ2- ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู† ุจูุงู„ู’ุนูŽุฑูŽุจููŠู‘ูŽุฉู. ูˆูŽ3ูˆูŽ4- ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุจูู„ูŽูู’ุธู ยป ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉู ูˆูŽู„ูŽูู’ุธู ยป ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽ5- ุงู„ุชู‘ูŽุฑู’ุชููŠู’ุจู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูู’ุธูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽ6- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽู…ูุฏู‘ูŽ ู‡ูŽู…ู’ุฒูŽุฉูŽ ยป ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉู ูˆูŽ7- ุนูŽุฏูŽู…ู ู…ูŽุฏู‘ู ุจูŽุงุกู ยป ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู . ูˆูŽ8- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูุดูŽุฏู‘ูุฏูŽ ยป ุงู„ู’ุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽ9- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฒููŠู’ุฏูŽ ูˆูŽุงูˆุงู‹ ุณูŽุงูƒูู†ูŽุฉู‹ุŒ ุฃูŽูˆู’ ู…ูุชูŽุญูŽุฑู‘ููƒูŽุฉู‹ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ูู…ูŽุชูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽ10- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฒููŠู’ุฏูŽ ูˆูŽุงูˆุงู‹ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ยป ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ุฉู ูˆูŽ11- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽู‚ูููŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ูƒูŽู„ูู…ูŽุชูŽูŠู ุงู„ุชู‘ูŽูƒู’ุจููŠู’ุฑู ูˆูŽู‚ู’ููŽุฉู‹ ุทูŽูˆููŠู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ูŽุตููŠู’ุฑูŽุฉู‹. ูˆูŽ12- ุฃูŽู†ู’ ูŠูุณู’ู…ูุนูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุฌูŽู…ููŠู’ุนูŽ ุญูุฑููˆู’ููู‡ุง. ูˆูŽ13- ุฏูุฎููˆู’ู„ู ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู ูููŠู’ ุงู„ู’ู…ูุคูŽู‚ู‘ูŽุชู. ูˆูŽ14- ุฅููŠู’ู‚ูŽุงุนูู‡ูŽุง ุญูŽุงู„ูŽ ุงู„ุงุณู’ุชูู‚ู’ุจูŽุงู„. ูˆูŽ15- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงู’ ูŠูุฎูู„ู‘ูŽ ุจูุญูŽุฑู’ูู ู…ูู†ู’ ุญูุฑููˆู’ููู‡ูŽุง. ูˆูŽ16- ุชูŽุฃู’ุฎููŠู’ุฑู ุชูŽูƒู’ุจููŠู’ุฑูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุฃู…ููˆู’ู…ู ุนูŽู†ู’ ุชูŽูƒู’ุจููŠู’ุฑูŽุฉู ุงู„ุฅูู…ูŽุงู…. Fasal Syarat takbiratul ihram ada 16, yaitu [1] dibaca saat berdiri dalam shalat fardhu, [2] berbahasa Arab, [3&4] berlafazh jalalah Allah dan berlafazh Akbar, [5] tertib urut antara dua lafazh tersebut, [6] hamzah jalalah tidak boleh dipanjangkan, [7] BA akbar tidak dipanjangkan, [8] BA akbar tidak ditasydid, [9] tidak ditambah dengan wawu mati atau berharokat di antara dua kata itu, [10] tidak boleh ditambah wawu sebelum jalalah, [11] tidak berhenti di antara dua lafazh takbir baik lama atau sebentar, [12] dirinya mendengar semua huruf-hurufnya, [13] masuk waktu dalam shalat muaqqat, [14] terjadinya sewaktu menghadap qiblat, [15] tidak merubah satu pun dari huruf-huruf takbir, dan [16] mengakhirkan takbir makmum dari takbir imam. [Syarat Al-Fatihah] ุดูุฑููˆู’ุทู ุงู„ู’ููŽุงุชูุญูŽุฉู ุนูŽุดูŽุฑูŽุฉูŒ 1- ุงู„ุชู‘ูŽุฑู’ุชููŠู’ุจู. ูˆูŽ2- ุงู„ู’ู…ููˆูŽุงู„ุงูŽุฉู ูˆูŽ3- ู…ูุฑูŽุงุนูŽุงุฉู ุญูุฑููˆู’ููู‡ูŽุง. ูˆูŽ4- ู…ูุฑูŽุงุนูŽุงุฉู ุชูŽุดู’ุฏููŠู’ุฏูŽุชูู‡ูŽุง. ูˆูŽ5- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุณู’ูƒูุชูŽ ุณูŽูƒู’ุชูŽุฉู‹ ุทูŽูˆููŠู’ู„ูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ู‚ูŽุตููŠู’ุฑูŽุฉู‹ ูŠูŽู‚ู’ุตูุฏู ุจูู‡ูŽุง ู‚ูŽุทู’ุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู. ูˆูŽ6- ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ูƒูู„ู‘ู ุขูŠูŽุงุชูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุงู„ู’ุจูŽุณู’ู…ูŽู„ูŽุฉู. ูˆูŽ7- ุนูŽุฏูŽู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽุญู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุฎูู„ู‘ู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ู†ูŽู‰ ูˆูŽ8- ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุญูŽุงู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ูููŠู’ ุงู„ู’ููŽุฑู’ุถู. ูˆูŽ9- ุฃูŽู†ู’ ูŠูุณู’ู…ูุนูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ุงู„ู’ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉูŽ. ูˆูŽ10- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุชูŽุฎูŽู„ู‘ูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุฐููƒู’ุฑูŒ ุฃูŽุฌู’ู†ูŽุจููŠู‘ูŒ. Fasal Syarat Al-Fatihah ada 10, yaitu [1] tartib, [2] muwalah urut dan tidak disela, [3] menjaga hurufnya, [4] menjaga tasydidnya, [5] tidak berhenti lama atau sebentar dalam memutus bacaan, [6] membaca semua ayatnya termasuk basmalah, [7] tidak lahn salah baca yang bisa merubah makna, [8] membacanya dengan berdiri saat shalat Fardhu, [9] dirinya mendengarkan bacaannya, dan [10] tidak menyela-nyelanya dengan zikir lainnya. [Tasydid Al-Fatihah] ุชูŽุดู’ุฏููŠู’ุฏูŽุงุชู ุงู„ู’ููŽุงุชูุญูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽุฉูŽ 1- } ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ู‘ูŽู„ุงู…ู. 2- } ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ู†ู { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุกู. 3- } ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุกู. 4- } ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ู„ุงูŽู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉู. 5- } ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุงุกู. 6- } ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ู†ู { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุกู. 7- } ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู…ู { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุกู. 8- } ู…ูŽุงู„ููƒู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ุฏู‘ูุงู„ู. 9- } ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุนู’ุจูุฏู { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุงุกู. 10- } ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู’ู†ู { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ู’ูŠูŽุงุกู. 11- } ุฅูู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุงู„ุตู‘ูุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู’ู…ูŽ { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏู. 12- } ุตูุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ู„ุงู‘ูŽู…ู. 13- ูˆ14- } ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุถููˆู’ุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ู‘ููŠู’ู†ูŽ { ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุงุฏู ูˆูŽุงู„ู„ุงู‘ูŽู…ู. Fasal Tasydid Al-Fatihah ada 14, yaitu [1] bismillah tasydidnya di atas huruf LAM, [2] Ar-Rohmaani di atas RO, [3] Ar-Rahim di atas RO, [4] Alhamdu lillahi di atas LAM JALALAH, [5] Rabbil Alamin di atas BA, [6] Ar-Rohmaani di atas RO, [7] Ar-Raohiimi di atas RO, [8] Ad-Diini di atas DAAL, [9] Iyyaka Naโ€™budu di atas YA, [10] Iyyaka Nastaiinu di atas YA, [11] Ihdinash Shiroothol Mustaqiim di atas SHOOD, [12] Shiroothol Ladziina di atas LAM, [13&14] Anโ€™amta Alaihim Ghoiril Maghdzuubi Alaihim waladh Dhoolliin di atas DHOOD dan LAAM. [Waktu Mengangkat Tangan] ูŠูุณูŽู†ู‘ู ุฑูŽูู’ุนู ุงู„ู’ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู†ู ูููŠู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ู…ูŽูˆูŽุงุถูุนูŽ 1- ุนูู†ู’ุฏูŽ ุชูŽูƒู’ุจููŠู’ุฑูŽุฉู ุงู„ุฅูุญู’ุฑูŽุงู…ู. ูˆูŽ2- ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุฑู‘ููƒููˆู’ุนู. ูˆูŽ3- ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุฅูุนู’ุชูุฏูŽุงู„ู. ูˆูŽ4- ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ุงู„ุชูŽุดูŽู‡ู‘ูุฏู ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู. Fasal Disunnahkan menggangkat dua tangan di 4 tempat, yaitu [1] saat Takbiratul ihrom, [2] saat ruku, [3] saat itidal, dan [4] saat bangkit dari tasyahhud awwal. [Syarat Sujud] ุดูุฑููˆู’ุทู ุงู„ุณู‘ูุฌููˆู’ุฏู ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ 1- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽุจู’ุนูŽุฉู ุฃูŽุนู’ุถูŽุงุกู. ูˆูŽ2- ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุฌูŽุจู’ู‡ูŽุชูŽู‡ูŽ ู…ูŽูƒู’ุดููˆู’ููŽุฉู. ูˆูŽ3- ุงู„ุชู‘ูŽุญูŽุงู…ูู„ู ุจูุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู. ูˆูŽ4- ุนูŽุฏูŽู…ู ุงู„ู’ู‡ููˆููŠู‘ู ู„ูุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู. ูˆูŽ5- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุกู ูŠูŽุชูŽุญูŽุฑู‘ูŽูƒู ุจูุญูŽุฑูŽูƒูŽุชูู‡ู. ูˆูŽ6- ุงุฑู’ุชูููŽุงุนู ุฃูŽุณูŽุงููู„ูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุนูŽุงู„ูŽูŠู’ู‡ู. ูˆูŽ7- ุงู„ุทู‘ูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู’ู†ูŽุฉู ูููŠู’ู‡ู. Fasal Syarat sujud ada 7, yaitu [1] sujud di 7 anggota sujud, [2] dahinya terbuka, [3] meletakkan kepalanya, [4] tidak meniatkan untuk selain sujud, [5] tidak sujud di atas sesuatu yang bergerak-gerak, [6] kepala lebih rendah dari pantat, [7] thumaโ€™ninah. [Anggota Sujud] ุฎูŽุงุชูู…ูŽุฉูŒ ุฃูŽุนู’ุถูŽุงุกู ุงู„ุณู‘ูุฌููˆูุฏู ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ 1- ุงู„ู’ุฌูŽุจูŽู‡ูŽุฉู. ูˆูŽ2- ูˆูŽ3- ุจูุทููˆู’ู†ู ุฃูŽุตูŽุงุจุนู ุงู„ู’ูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู†ู. ูˆูŽ4- ูˆูŽ5- ุงู„ุฑู‘ููƒู’ุจูŽุชูŽุงู†ู. ูˆูŽ6- ูˆูŽ7- ุจูุทููˆู’ู†ู ุฃูŽุตูŽุงุจุนู ุงู„ุฑู‘ูุฌู’ู„ูŽูŠู’ู†ู. Khotimah Anggota sujud ada 7, yaitu [1] dahi, [2&3] dua telapak tangan bagian dalam, [4&5] dua lutut, [6&7] jari-jari dua kaki. [Tasydid Tasyahhud] ุชูŽุดู’ุฏููŠู’ุฏูŽุงุชู ุงู„ุชู‘ูŽุดูŽู‡ู‘ูุฏู ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููˆู’ู†ูŽ ุฎูŽู…ู’ุณูŒ [ุฒูŽุงุฆูุฏูŽุฉูŒ] ูููŠู’ ุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ูู‡ูุŒ ูˆูŽุณูุชู‘ูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ูููŠู’ ุฃูŽู‚ูŽู„ู‘ูู‡ู. 1- ูˆ2- ยป ุงู„ุชู‘ูŽุญููŠู‘ูŽุงุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุชู‘ูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ูŠูŽุงุกู. 3- ยป ุงู„ู’ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŽุงุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏู. 4- ูˆูŽ5- ยป ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุทู‘ูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽุงุกู. 6- ยป ู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู„ุงูŽู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉู. 7- ยป ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูŽูŠู’ู†ู. 8- ูˆูŽ9- ูˆูŽ10- ยป ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูŠูŽุงุกูุŒ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ููˆู’ู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ูŠูŽุงุกู. 11- ยป ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู„ุงูŽู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉู. 12- ยป ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุณู‘ูู†ู’ู†ู. 13- ยป ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุนูุจูŽุงุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู„ุงูŽู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ุฉู. 14- ยป ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏู. 15- ยป ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู„ุงูŽู…ู ุฃูŽู„ูู. 16- ูˆ17- ยป ุฅู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู„ุงูŽู…ู ุฃูŽู„ููู ูˆูŽู„ุงูŽู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉู. 18- ยป ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ููˆู’ู†ู. 19- ูˆูŽ20- ูˆ21- ยป ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŽุงู‹ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ููŠู’ู…ู ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุกูุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ู„ุงูŽู…ู ุงู„ู’ุฌูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉู. Fasal Tasydid tasyahhud ada 21 yang 5 penyempurna dan 16 sisanya yang minimal, yaitu [1&2] ุงู„ุชู‘ูŽุญููŠู‘ูŽุงุชู pada TA dan YA, [3] ุงู„ู’ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŽุงุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽูˆูŽุงุชู pada SHOOD, [4&5] ุงู„ุทู‘ูŽูŠู‘ูุจูŽุงุชู pada THOO dan YA, [6] ู„ู„ู‡ู pada LAM jalalah, [7] ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู pada SIN, [8-9-10] ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู pada YA, NUN, dan YA, [11] ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู pada LAM Jalaalah, [12] ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู pada SIN, [13] ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุนูุจูŽุงุฏู ุงู„ู„ู‡ู pada LAM Jalaalah, [14] ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู’ู†ูŽ pada SHOD, [15] ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ู‡ูŽ pada LAM ALIF, [16-17] ุฅู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู pada LAM ALIF dan LAM Jalaalah, [18] ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ pada NUN, dan [19,20,21] ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏูŽุงู‹ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู pada MIM, RO, dan LAM Jalaalah. [Tasydid Shalawat] ุชูŽุดู’ุฏููŠู’ุฏูŽุงุชู ุฃูŽู‚ูŽู„ู‘ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŒ 1- ยป ุงู„ู„ู‘ู‹ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ุงู‘ูŽู…ู ูˆูŽุงู„ู…ููŠู’ู…ู. 2- ยป ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ุงู‘ูŽู…ู. 3- ยป ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ููŠู’ู…ู. Fasal Tasydid minimal dalam shalawat kepada Nabi ada 4, yaitu [1] ALLAHUMMA pada LAM dan MIM, [2] SHOLLI pada LAM, [3] MUHAMMAD pada MIM, dan [4] [Salam Minimal] Fasal Salam minimal adalah Assalamu alaikum dengan tasydid pada SIN. [Pembagian Waktu Shalat] ุฃูŽูˆู’ู‚ูŽุงุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŒ 1- ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑู ุฒูŽูˆูŽุงู„ู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู. ูˆูŽุขุฎูุฑูู‡ู ู…ูŽุตููŠู’ุฑู ุธูู„ู‘ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุกู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ูุŒ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุธูู„ู‘ู ุงู„ุงุณู’ุชููˆูŽุงุกู. ูˆูŽ2- ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ุฅูุฐูŽุง ุตูŽุงุฑูŽ ุธูู„ู‘ู ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฒูŽุงุฏูŽ ู‚ูŽู„ููŠู’ู„ุงู‹. ูˆูŽุขุฎูุฑูู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุบูุฑูุจู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู. ูˆูŽ3- ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ุบูุฑููˆู’ุจู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู. ูˆูŽุขุฎูุฑูู‡ู ุบูุฑููˆู’ุจู ุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ู ุงู„ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฑู. ูˆูŽ4- ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ุนูุดูŽุงุกู ุบูุฑููˆู’ุจู ุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ู ุงู„ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฑู. ูˆูŽุขุฎูุฑูู‡ู ุทูู„ููˆู’ุนู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ู. ูˆูŽ5- ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู ุทูู„ููˆู’ุนู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ู. ูˆูŽุฃูŽุฎูุฑูู‡ู ุทูู„ููˆู’ุนู ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู. Fasal Waktu-waktu shalat ada 5 yaitu [1] awal waktu Zhuhur adalah tergelincirnya matahari dan akhir waktunya adalah jika bayang-bayang sesuatu panjangnya sama dengan bendanya, [2] awal waktu Ashar adalah jika bayang-bayang sesuatu sama panjangnya dengan bendanya dan lebih sedikit, dan akhir waktunya adalah terbenamnya matahari, [3] awal waktu Maghrib adalah terbenamnya matahari dan akhir waktunya adalah hilangnya mega merah, [4] awal waktu Isya adalah hilangnya mega merah dan akhir waktunya adalah munculnya fajar shodiq, dan [5] awal waktu Shubuh adalah munculnya fajar shodiq dan akhir waktunya adalah terbitnya matahari. [Pembagian Mega] ุงู„ุฃูŽุดู’ููŽุงู‚ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ 1- ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฑู . ูˆูŽ2- ุฃูŽุตู’ููŽุฑู. ูˆูŽ3- ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู. ุงู„ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฑู ู…ูŽุบู’ุฑูุจูŒ. ูˆุงู„ุฃูŽุตู’ููŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู’ ุนูุดูŽุงุกูŒ. ูˆูŽูŠูู†ู’ุฏูŽุจู ุชูŽุฃู’ุฎููŠู’ุฑู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุบููŠู’ุจูŽ ุงู„ุดู‘ูŽููŽู‚ู ุงู„ุฃูŽุตู’ููŽุฑ ูˆุงู„ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถู. Mega ada 3, yaitu mega merah, kuning, dan putih. Mega merah tanda Maghrib, sementara kuning dan putih tanda Isya. Disunnahkan mengakhirkan shalat Isya hingga hilangnya mega merah dan putih. [Waktu Larangan Shalat] ุชูŽุญู’ุฑูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู‘ูŽุชููŠู’ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุณูŽุจูŽุจู ู…ูุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูู…ูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ู…ูู‚ูŽุงุฑูู†ูŒ ูููŠู’ ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ู‚ูŽุงุชู 1- ุนูู†ู’ุฏูŽ ุทูู„ููˆู’ุนู ุงู„ุดู‘ูู…ู’ุณู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฑู’ุชูŽููุนูŽ ู‚ูŽุฏู’ุฑูŽ ุฑูู…ู’ุญู. ูˆูŽ2- ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุงุณู’ุชููˆูŽุงุกู ูููŠู’ ุบููŠู’ุฑู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฒููˆู’ู„ูŽ. ูˆูŽ3- ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุฅูุตู’ููุฑูŽุงุฑู ุญูŽุชู’ู‰ ุชูŽุบู’ุฑูุจูŽ. ูˆูŽ4- ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุทู’ู„ูุนูŽ ุงู„ุดู‘ูŽู…ู’ุณู. ูˆูŽ5- ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู ุญูŽุชู’ู‰ ุชูŽุบู’ุฑูุจูŽ. Fasal Shalat yang diharamkan yang tidak memiliki sebab yang mendahuluinya atau menyertainya ada 5 waktu, yaitu [1] saat matahari terbit hingga meninggi sekitar ujung tombak, [2] saat waktu istiwa matahari di tengah-tengah selain hari Jumโ€™at hingga bergeser, [3] saat kekuning-kuningan hingga matahari terbenam, [4] setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit, dan [5] setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam. [Saktah Shalat] ุณูŽูƒู’ุชูŽุงุชู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุณูุชูŒ 1- ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุชูŽูƒู’ุจููŠู’ุฑูŽุฉู ุงู„ุฅูุญู’ุฑูŽุงู…ู ูˆูŽุฏูุนูŽุงุกู ุงู„ุงูู’ุชูุชูŽุงุญ. ูˆูŽ2- ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฏูุนูŽุงุกู ุงู„ุงูู’ุชูุชูŽุงุญู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุนูŽูˆู‘ูุฐู. ูˆูŽ3- ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู’ููŽุงุชูุญูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุนูŽูˆู‘ูุฐู. ูˆูŽ4- ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุขุฎูุฑู ุงู„ู’ููŽุงุชูุญูŽุฉู ูˆูŽุขู…ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽ5- ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุขู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ุณู‘ููˆู’ุฑูŽุฉู. ูˆูŽ6- ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุณู‘ููˆู’ุฑูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ููƒููˆู’ุนู. Fasal Saktah berhenti sejenak dalam shalat ada 6, yaitu [1] antara takbiratul ihrom dan doa iftitah, [2] antara iftitah dan taโ€™awwud, [3] antara Al-Fatihah dan taโ€™awwudz, [4] antara akhir Al-Fatihah dan aamiin, [5] antara amin dan surat, [6] antara surat dan rukuk. [Rukun Thumaโ€™ninah] ุงู„ุฃูŽุฑู’ูƒูŽุงู†ู ุงู„ู‘ูŽุชููŠู’ ุชูŽู„ู’ุฒูŽู…ู ูููŠู’ู‡ูŽุง ุงู„ุทู‘ูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู’ู†ูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ 1- ุงู„ุฑู‘ููƒููˆู’ุนู. ูˆูŽ2- ุงู„ุงูุนู’ุชูุฏูŽุงู„ู. ูˆูŽ3- ุงู„ุณู‘ูุฌููˆู’ุฏู. ูˆูŽ4-ุงู„ู’ุฌูู„ููˆู’ุณู ุงู„ุณู‘ูŽุฌู’ุฏูŽุชูŽูŠู’ู†ู . Fasal Rukun yang melazimkan thumaโ€™ninah tenang sejenak ada 4, yaitu ruku, itidal, sujud, duduk antara dua sujud. ุงู„ุธู‘ูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู’ู†ูŽุฉู ู‡ููŠูŽ ุณููƒููˆู’ู†ูŒ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุญูŽุฑูŽูƒูŽุฉูุ› ุจูุญูŽูŠู’ุซู ูŠูŽุณู’ุชูŽู‚ูุฑู‘ู ูƒูู„ู ุนูุถู’ูˆู ู…ูŽุญูŽู„ู‘ูŽู‡ูู ุจูู‚ูŽุฏู’ุฑู ยป ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู Thumaโ€™ninah adalah berdiam setelah bergerak di mana tiap anggota badan tenang di tempatnya, lamanya sekita ucapan Subhanallah. [Sebab Sujud Sahwi] ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจู ุณูุฌููˆู’ุฏู ุงู„ุณู‘ูŽู‡ู’ูˆู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ุงู„ุฃูˆู‘ูŽู„ู ุชูŽุฑู’ูƒู ุจูŽุนู’ุถู ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุนูŽุงุถู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉูุŒ ุฃูŽูˆู’ ุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู’ุจูŽุนู’ุถู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠู’ ููุนู’ู„ู ู…ูŽุง ูŠูุจู’ุทูู„ู ุนูŽู…ู’ุฏูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ูŠูุจู’ุทู„ู ุณูŽู‡ู’ูˆูู‡ูุŒ ุฅูุฐูŽุง ููŽุนูŽู„ูŽู‡ู ู†ูŽุงุณููŠุงู‹. ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู ู†ูŽู‚ู’ู„ู ุฑููƒู’ู†ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠู‘ู ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุญูŽู„ู‘ูู‡ู. ุงู„ุฑู‘ูŽุงุจุนู ุฅููŠู’ู‚ูŽุงุนู ุฑููƒู’ู†ู ููุนู’ู„ููŠู‘ู ู…ูŽุนูŽ ุงุญู’ุชูู…ูŽุงู„ู ุงู„ุฒู‘ููŠูŽุงุฏูุฉู. Fasal Sebab sujud sahwi ada 4, yaitu [1] meninggalkan bagian atau sebagian shalat, [2] meninggalkan sesuatu yang membatalkan shalat jika dikerjakan sengaja tetapi tidak membatalkan jika dikerjakan karena lupa, [3] memindah rukun ucapan ke tempat lain, dan [4] mengerjakan rukun fiโ€™li saat dugaan menambah. [Abโ€™ad Shalat] ุฃูŽุจู’ุนูŽุงุถู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ 1-ุงู„ุชู‘ูŽุดูŽู‡ู‘ูุฏู ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู. ูˆูŽ2- ู‚ูุนููˆู’ุฏูู‡ู. ูˆูŽ3- ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูููŠู’ู‡ู. ูˆูŽ4- ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุขู„ู ูููŠู’ ุงู„ุชู‘ูŽุดูŽู‡ูุฏู ุงู„ุฃุฎููŠู’ุฑู. ูˆูŽ5- ุงู„ู’ู‚ูู†ููˆู’ุชู. ูˆูŽ6- ู‚ููŠูŽุงู…ูู‡ู. ูˆูŽ7- ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูˆูŽุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูููŠู’ู‡ู. Fasal Abโ€™ad termasuk bagian shalat ada 7, yaitu [1] tasyahhud, [2] duduk tasyahhud, [3] shalawat kepada Nabi saat tasyahhud, [4] shalawat kepada keluarga Nabi saat tasyahhud akhir, [5] qunut, [6] berdiri saat qunut, dan [7] shalawat kepada Nabi dan keluarga dalam qunut. [Pembatal Shalat] ุชูŽุจู’ุทูู„ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุจูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฎูŽุตู’ู„ูŽุฉู‹ 1- ุจูุงู„ู’ุญูŽุฏูŽุซู. ูˆูŽ2- ุจููˆูู‚ููˆู’ุนู ุงู„ู†ู‘ูŽุฌูŽุงุณูŽุฉู ุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูู„ู’ู‚ูŽ ุญูŽุงู„ุงู‹ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽู…ู’ู„ู. ูˆูŽ3- ุงู†ู’ูƒูุดูŽุงูู ุงู„ู’ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉู ุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูุณู’ุชูŽุฑู’ ุญูŽุงู„ุงู‹. ูˆูŽ4- ุงู„ู†ู‘ูุทู’ู‚ู ุจูุญูŽุฑู’ููŽูŠู’ู†ู ุฃูŽูˆู’ ุญูŽุฑู’ูู ู…ููู’ู‡ูู…ู ุนูŽู…ู’ุฏุงู‹. ูˆูŽ5- ุจูุงู„ู’ู…ูููŽุทู‘ูุฑู ุนูŽู…ู’ุฏุงู‹. ูˆูŽ6- ุจูุงู„ุฃูŽูƒู’ู„ู ุงู„ู’ูƒูŽุซููŠู’ุฑู ู†ูŽุงุณููŠุงู‹. ูˆูŽ7- ุซูŽู„ุงูŽุซู ุญูŽุฑูŽูƒูŽุงุชู ู…ูุชูŽูˆูŽุงู„ููŠูŽุงุชู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุณูŽู‡ู’ูˆุงู‹. ูˆูŽ8- ุงู„ู’ูˆูŽุซู’ุจูŽุฉู ุงู„ู’ููŽุงุญูุดูŽุฉู. ูˆูŽ9- ุงู„ุถู‘ูŽุฑู’ุจูŽุฉู ุงู„ู’ู…ููู’ุฑูุทูŽุฉู. ูˆูŽ10- ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู ุฑููƒู’ู†ู ููุนู’ู„ููŠู‘ู ุนูŽู…ู’ุฏุงู‹. ูˆูŽ11- ุงู„ุชู‘ูŽู‚ูŽุฏู‘ูู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูู…ูŽุงู…ูู‡ู ุจูุฑููƒู’ู†ูŽูŠู’ู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุฎูŽู„ู‘ููู ุจูู‡ูู…ูŽุง ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุนูุฐู’ุฑู. ูˆูŽ12- ู†ููŠู‘ูŽุฉู ู‚ูŽุทู’ุนู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู. ูˆูŽ13- ุชูŽุนู’ู„ููŠู’ู‚ู ู‚ูŽุทู’ุนูู‡ูŽุง ุจูุดูŠุกู. ูˆูŽ14- ุงู„ุชู‘ูŽุฑูŽุฏู‘ูุฏู ูููŠู’ ู‚ูŽุทู’ุนูู‡ูŽุง. Fasal shalat batal karena 14 perkara, yaitu [1] hadats, [2] kejatuhan najis kecuali langsung dibuang tanpa dibiarkan, [3] tersingkap aurot kecuali langsung ditutup, [4] berbicara dua atau satu huruf yang bisa dipahami dengan sengaja, [5] melakukan pembatal puasa dengan sengaja, [6] makan banyak meski lupa, [7] gerakan tiga kali yang berturut-turut meskipun lupa, [8] melompat yang keras, [9] memukul keras, [10] menambah rukun fiโ€™li dengan sengaja, [11] mendahului iman dalam dua rukun dan ketinggalan imam dua rukun tanpa uzur, [12] niat memutus shalat, [13] sengaja memutus shalat dengan sesuatu, dan [14] ragu-ragu dalam membatalkan shalat. [Niat Imamah] ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ูŠูŽู„ู’ุฒูŽู…ู ูููŠู’ู‡ู ู†ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุฅู…ูŽุงู…ูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŒ 1- ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู. ูˆูŽ2- ุงู„ู’ู…ูุนูŽุงุฏูŽุฉู. ูˆูŽ3- ุงู„ู’ู…ูŽู†ู’ุฐููˆู’ุฑูŽุฉู ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู‹. ูˆูŽ4-ุงู„ู’ู…ูุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูู…ูŽุฉู ูููŠู’ ุงู„ู’ู…ูŽุทูŽุฑู. Fasal Shalat yang mengharuskan meniatkan imamah ada 4, yaitu [1] shalat Jumat, [2] muโ€™adah mengulang shalat berjamaah, [3] nazar shalat berjamaah, dan [4] jamak takdim saat hujan. [Syarat Menjadi Makmum] ุดูุฑููˆู’ุทู ุงู„ู’ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุฃูŽุญูŽุฏูŽ ุนูŽุดูŽุฑูŽ 1- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ุจูุทู’ู„ุงูŽู†ูŽ ุตู„ุงูŽุฉู ุฅูู…ูŽุงู…ูู‡ู ุจูุญูŽุฏูŽุซู ุฃูŽูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู. ูˆูŽ2- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุนู’ุชูŽู‚ูุฏูŽ ูˆูุฌููˆุจูŽ ู‚ูŽุถูŽุงุฆูู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ูˆูŽ3- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ู…ูŽุฃู’ู…ููˆู’ู…ูŽุงู‹. ูˆูŽ4- ู„ุงูŽ ุฃูู…ู‘ููŠู‘ุงู‹. ูˆูŽ5- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูŽู…ูŽุงู…ูู‡ู ูููŠู’ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ู‚ููู. ูˆูŽ6- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽ ุงู†ู’ุชูู‚ูŽุงู„ุงูŽุชู ุฅูู…ูŽุงู…ูู‡ู. ูˆูŽ7- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฌู’ุชูŽู…ูุนูŽุง ูููŠู’ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูุŒ ุฃูŽูˆู’ ุซูŽู„ุงูŽุซู ู…ูุฆูŽุฉู ุฐูุฑูŽุงุนู ุชูŽู‚ู’ุฑููŠุจูŽุงู‹. ูˆูŽ8- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ูˆููŠูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉูŽ ุฃูŽูˆู ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉูŽ. ูˆูŽ9- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽูˆูŽุงููŽู‚ูŽ ู†ูŽุธู’ู…ู ุตูŽู„ุงูŽุชูŽูŠู’ู‡ูู…ูŽุง. ูˆูŽ10- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูุฎูŽุงู„ูููŽู‡ู ููŠู’ ุณูู†ู‘ูŽุฉู ููŽุงุญูุดูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูุฎูŽุงู„ูŽููŽุฉู. ูˆูŽ11- ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชูŽุงุจูุนูŽู‡ู. Fasal Syarat mengikuti imam menjadi makmum ada 11, yaitu [1] mengetahui shalatnya imam tidak batal baik karena hadats atau lainnya, [2] meyakini shalatnya tidak perlu diulang dianggap tidak sah, [3] imam tidak menjadi makmum, [4] imam tidak ummi tidak bisa baca-tulis, [5] makmum tidak mendahului imam dalam tempat, [6] mengetahui perpindahan gerakan imam, [7] imam dan makmum berkumpul dalam satu masjid atau kira-kira 300 hasta, [8] meniatkan menjadi makmum atau berjamaah, [9] shalat keduanya bersesuaian berurutan, [10] tidak menyelisihi imam dalam sunnah, dan [11] mengikuti imam. [Pembagian Makmum] ุตููˆูŽุฑู ุงู„ู’ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุชูุณู’ุนูŒ ุชูŽุตูุญู‘ู ูููŠู’ ุฎูŽู…ู’ุณู 1- ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุฑูŽุฌูู„ู. ูˆูŽ2- ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุจูุฑูŽุฌูู„ู. ูˆูŽ3-ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุฎูู†ู’ุซูŽู‰ ุจูุฑูŽุฌูู„ู. ูˆูŽ4- ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุจูุฎูู†ู’ุซูŽู‰. ูˆูŽ5- ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู. ูˆูŽุชูŽุจู’ุทูู„ู ูููŠู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู 1- ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุฑูŽุฌูู„ู ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู. ูˆูŽ2- ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุฑูŽุฌูู„ู ุจูุฎูู†ู’ุซูŽู‰. ูˆูŽ3- ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุฎูู†ู’ุซูŽู‰ ุจูุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู. ูˆูŽ4- ู‚ูุฏู’ูˆูŽุฉู ุฎูู†ู’ุซูŽู‰ ุจูุฎูู†ู’ุซูŽู‰. Fasal Gambaran makmum ada 9 kasus, tetapi hanya 5 yang sah, yaitu [1] lelaki bermakmum kepada lelaki, [2] perempuan bermakmum kepada lelaki, [3] waria bermakmum kepada lelaki, [4] perempuan bermakmum kepada waria, dan [5] peremuan bermakmum kepada perempuan. Empat kasus lainnya batal shalatnya, yaitu [1] lelaki bermakmum kepada perempuan, [2] lelaki bermakmum kepada waria, [3] waria bermakmum kepada wanita, dan [4] waria bermakmum kepada waria. [Syarat Jama Takdim] ุดูุฑููˆู’ุทู ุฌูŽู…ู’ุนู ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ุฏููŠู’ู…ู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ 1- ุงู„ู’ุจูŽุฏูŽุงุกูŽุฉู ุจูุงู„ุฃููˆู’ู„ูŽู‰. ูˆูŽ2- ู†ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฌูŽู…ู’ุนู ูููŠู’ู‡ูŽุง. ูˆูŽ3- ุงู„ู’ู…ููˆูŽุงู„ุงูŽุฉู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง. ูˆูŽ4- ุฏูŽูˆูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูุฐู’ุฑู. Fasal Syarat jamak takdim ada 4, yaitu [1] dimulai dari shalat pertama, [2] niat jamak, [3] muwalah tanpa diselingi/ditunda di antara keduanya, dan [4] adanya uzur. [Syarat Jama Takhir] ุดูุฑููˆู’ุทู ุฌูŽู…ู’ุนู ุงู„ุชู‘ูŽุฃู’ุฎููŠู’ุฑู ุงุซู’ู†ูŽุงู†ู 1- ู†ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ุชู‘ูŽุฃู’ุฎููŠู’ุฑู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุจูŽู‚ููŠูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ุฃููˆู’ู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ูŠูŽุณูŽุนูู‡ูŽุง. ูˆูŽ2- ุฏูŽูˆูŽุงู…ู ุงู„ู’ุนูุฐู’ุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุชูŽู…ูŽุงู…ู ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠูŽุฉู. Fasal syarat jamak takhir ada2, yaitu [1] niat jamak takhir di waktu shalat pertama yang kira-kira cukup mengerjakannya dan [2] adanya uzur hingga sempurnya waktu kedua. [Syarat Qoshor] ุดูุฑููˆู’ุทู ุงู„ู’ู‚ูŽุตู’ุฑู ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ 1- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุณูŽููŽุฑูู‡ู ู…ูŽุฑู’ุญูŽู„ูŽุชูŽูŠูŽู†ู. ูˆูŽ2- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ู…ูุจูŽุงุญุงู‹. ูˆูŽ3- ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุจูุฌูŽูˆูŽุงุฒู ุงู„ู’ู‚ูŽุตู’ุฑู. ูˆูŽ4- ู†ููŠู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุตู’ุฑู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุฅูุญู’ุฑูŽุงู…ู. ูˆูŽ5- ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุฑูุจูŽุงุนููŠู‘ูŽุฉู‹. ูˆูŽ6- ุฏูŽูˆูŽุงู…ู ุงู„ุณู‘ูŽููŽุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุชูŽู…ูŽุงู…ูู‡ูŽุง. ูˆูŽ7- ู„ุงูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ู’ุชูŽุฏููŠูŽ ุจูู…ูุชูู…ู‘ู ูููŠู’ ุฌูุฒู’ุกู ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุชูู‡ู. Fasal Syarat Qoshor meringkas shalat ada 7, yaitu [1] jarak safar minimal 2 marhalah, [2] safarnya mubah, [3] mengetahui qoshornya diperbolehkan, [4] niat qoshor saat takbiratul ihrom, [5] shalatnya jenis shalat 4 rakaat, [6] dalam keadaan safar hingga sempurna, dan [7] tidak menjadi makmum bagi imam sempurna meski sebagian rakaat saja. [Syarat Shalat Jumat] ุดูุฑููˆู’ุทู ุงู„ู’ุฌูู…ูุนูŽุฉู ุณูุชู‘ูŽุฉูŒ 1- ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุง ูููŠู’ ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑู. ูˆูŽ2- ุฃูŽู†ู’ ุชูู‚ูŽุงู…ูŽ ูููŠู’ ุฎูุทู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽู„ูŽุฏู. ูˆูŽ3- ุฃูŽู†ู’ ุชูุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉู‹. ูˆูŽ4- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ููˆู’ุง ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู’ู†ูŽ ุฃูŽุญู’ุฑูŽุงุฑุงู‹ุŒ ุฐููƒููˆู’ุฑุงู‹ุŒ ุจูŽุงู„ูุบููŠู’ู†ุŒ ู…ูุณู’ุชูŽูˆู’ุทูู†ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽ5- ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุชูŽุณู’ุจูู‚ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูู‚ูŽุงุฑูู†ูŽู‡ูŽุง ุฌูู…ูุนูŽุฉูŒ ูููŠู’ ุฐู„ูƒูŽ ุงู„ู’ุจู„ูŽุฏู. ูˆูŽ6- ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽู‡ูŽุง ุฎูุทู’ุจูŽุชูŽุงู†ู. Fasal Syarat shalat Jumat ada 6, yaitu [1] dikerjakan di waktu Zhuhur, [2] didirikan di perbatasan daerahnya, [3] dikerjakan dengan berjamaah, [4] berjumlah minimal 40 orang merdeka laki-laki baligh yang bermukim, [5] tidak didahului atau berbarengan jumatan lainnya di daerah tersebut, dan [6] didahului dua khutbah. [Rukun Khutbatain] ุฃูŽุฑู’ูƒูŽุงู†ู ุงู„ู’ุฎูุทู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŒ 1- ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ูููŠู’ู‡ูู…ูŽุง. ูˆูŽ2- ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ูููŠู’ู‡ูู…ูŽุง. ูˆูŽ3- ุงู„ู’ูˆูŽุตููŠู‘ูŽุฉู ุจูุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ูููŠู’ู‡ูู…ูŽุง. ูˆูŽ4- ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ุขูŠูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ูููŠู’ ุฅูุญู’ุฏูŽุงู‡ูู…ูŽุง. ูˆูŽ5- ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูููŠู’ ุงู„ุฃูŽุฎููŠู’ุฑูŽุฉู. Fasal Rukun khutbatain dua khutbah ada 5, yaitu [1] memuji Allah di keduanya, [2] bersholawat atas Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam di keduanya, [3] berwasiat taqwa di keduanya, [4] membaca ayat Al-Qurโ€™an di salah satu keduanya, dan [5] mendoakan orang-orang beriman lelaki dan peremuan di khutbah terakhir. [Syarat Khutbatain] ุดูุฑููˆู’ุทู ุงู„ู’ุฎูุทู’ุจูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุนูŽุดูŽุฑูŽุฉูŒ 1- ุงู„ุทู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูŽุฉู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุญูŽุฏูŽุซูŽูŠู’ู†ู ุงู„ุฃูŽุตู’ุบูŽุฑู ูˆูŽุงู„ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ูˆูŽ2- ุงู„ุทู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูŽุฉู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุฌูŽุงุณูุฉู ูููŠ ุงู„ุซู‘ูŽูˆู’ุจูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฏูŽู†ุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูƒูŽุงู†ู. ูˆูŽ3- ุณูŽุชู’ุฑู ุงู„ู’ุนูŽูˆู’ุฑูŽุฉู. ูˆูŽ4- ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุงุฏูุฑู. ูˆูŽ5- ุงู„ู’ุฌูู„ููˆู’ุณู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ููŽูˆู’ู‚ูŽ ุทูู…ูŽุฃู’ู†ููŠู’ู†ูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู. ูˆูŽ6- ุงู„ู’ู…ููˆูŽุงู„ุงูŽุฉู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง. ูˆูŽ7- ุงู„ู’ู…ููˆูŽุงู„ุงูŽุฉู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู. ูˆูŽ8- ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุนูŽุฑูŽุจููŠู‘ูŽุฉู. ูˆูŽ9- ุฃูŽู†ู’ ูŠูุณู’ู…ูุนูŽู‡ูŽุง ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽ10- ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ูƒูู„ูู‡ูŽุง ูููŠู’ ูˆูŽู‚ู’ุชู ุงู„ู’ุธูู‡ู’ุฑู. Fasal syarat khutbatain ada 10, yaitu [1] suci dari dua hadats kecil dan besar, [2] suci dari najis pada baju, badan, dan tempat, [3] menutup aurot, [4] berdiri bagi yang mampu, [5] duduk di antara dua khutbah seperti thumaโ€™ninah shalat, [6] muwalah tanpa diselingi apapun keduanya, [7] muwalah keduanya dengan shalat, [8] khutbah berbahasa Arab, [9] didengarkan oleh 40 orang, dan [10] semua itu dilaksanakan di waktu Zhuhur. [KITAB JENAZAH] [Mengurus Jenazah] ุงู„ุฐููŠู’ ูŠูŽู„ู’ุฒูŽู…ู ู„ูู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ุฎูุตูŽุงู„ู 1- ุบูุณู’ู„ูู‡ูŽ. ูˆูŽ2- ุชูŽูƒู’ูููŠู’ู†ูู‡ู. ูˆูŽ3- ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ูˆูŽ4- ุฏูŽูู’ู†ูู‡ู. Fasal Empat hal yang harus dilakukan kepada mayat orang mati, yaitu [1] memandikannya, [2] mengkafaninya, [3] menyolatinya, dan [4] menguburnya. ุฃูŽู‚ูŽู„ู‘ู ุงู„ุบูุณู’ู„ู ุชูŽุนู’ู…ููŠู’ู…ู ุจูŽุฏูŽู†ูู‡ู ุจูุงู„ู…ูŽุงุกู. ูˆุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ูู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุบู’ุณูู„ูŽ ุณูŽูˆู’ุฃูŽุชูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆุฃูŽู†ู’ ูŠูุฒููŠู’ู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฐูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ููู‡ูุŒ ูˆุฃูŽู†ู’ ูŠููˆูŽุถู‘ูุฆูŽู‡ูุŒ ูˆุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏู’ู„ููƒูŽ ุจูุงู„ุณู‘ูุฏู’ุฑูุŒ ูˆุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุตูุจู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุซูŽู„ุงูŽุซุงู‹. Fasal cara memandikan minimal adalah meratakan air ke seluruh tubuhnya, dan yang sempurna adalah mencuci dua aurotnya, menghilangkan kotoran dari hidungnya, mewudhukannya, dimandikan dengan daun bidara, dan disiram 3 kali dengan air. [Kafan] ุฃูŽู‚ูŽู„ู‘ู ุงู„ู’ูƒูŽููŽู†ู ุซูŽูˆู’ุจูŒ ูŠูŽุนูู…ู‘ูู‡ู. ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ูู‡ู ู„ูู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุซูŽู„ุงูŽุซู ู„ูŽููŽุงุฆูููŽ. ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ู‚ูŽู…ููŠู’ุตูŒุŒ ูˆูŽุฎูู…ูŽุงุฑูŒุŒ ูˆูŽุฅูุฒูŽุงุฑูŒุŒ ูˆูŽู„ูููŽุงููŽุชูŽุงู†ู. Fasal kafan minimalis adalah pakaian yang menutupi semua badannya, yang sempurna bagi jenazah lelaki adalah 3 lapis kain dan untuk wanita adalah gamis, khimar penutup kepala, izar sarung, dan dua lapis kain. [Rukun Shalat Jenazah] ุฃูŽุฑู’ูƒูŽุงู†ู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽุงุฒูŽุฉู ุณูŽุจู’ุนูŽุฉูŒ ุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ุชูŽูƒู’ุจููŠุฑูŽุงุชู. ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู ุงู„ู‚ููŠูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‚ูŽุงุฏูุฑู. ุงู„ุฑู‘ูŽุจุนู ู‚ูุฑูŽุงุกูŽุฉู ุงู„ู’ููŽุงุชูุญูŽุฉู. ุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠูŽุฉู. ุงู„ุณู‘ูŽุงุฏูุณู ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู ู„ูู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซูŽุฉู. ุงู„ุณู‘ูŽุงุจุนู ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู. Fasal Rukun shalat janazah ada 7, yaitu [1] niat, [2] empat takbir, [3] berdiri bagi yang mampu, [4] membaca Al-Fatihah, [5] membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam setelah takbir kedua, [6] mendoakan mayit setelah takbir ketiga, dan [7] salam. [Liang Kubur] ุฃูŽู‚ูŽู„ู‘ู ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู ุญููู’ุฑูŽุฉูŒ ุชูŽูƒู’ุชูู…ู ุฑูŽุงุฆูุญูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุญูŽุฑู’ุณูู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณู‘ูุจูŽุงุนู. ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู…ูŽู„ูู‡ู ู‚ูŽุงู…ูŽุฉูŒ ูˆูŽุจูŽุณู’ุทูŽุฉูŒุŒ ูˆูŽูŠููˆู’ุถูŽุนู ุฎูŽุฏู‘ูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ุชู‘ูุฑูŽุงุจูุŒ ูˆูŽูŠูŽุฌูุจู ุชูŽูˆู’ุฌููŠู’ู‡ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูุจู„ูŽุฉู. Fasal Mengubur minimal adalah lubang yang menutup aromanya dan melindunginya dari binatang buas. Yang paling sempurna adalah qomah lubang seukuran manusia dan basthoh sedikit terhampar/luas, pipinya diletakkan di atas debu/tanah, dan wajib dihadapkan ke arah qiblat. [Pembongkaran Mayat] ูŠูู†ู’ุจูŽุดู ุงู„ู’ู…ูŽูŠู‘ูุชู ู„ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ุฎูุตูŽุงู„ู 1- ู„ูู„ู’ุบูุณู’ู„ู ุฅุฐูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽุบูŽูŠู‘ูŽุฑู’. 2- ู„ูุชูŽูˆู’ุฌููŠู’ู‡ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู. 3- ู„ูู„ู’ู…ูŽุงู„ู ุฅุฐูŽุง ุฏูููู†ูŽ ู…ูŽุนูŽู‡ู. 4- ู„ูู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃุฉู ุฅุฐูŽุง ุฏูููู†ูŽ ุฌูŽู†ููŠู’ู†ูู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃู…ู’ูƒูŽู†ูŽุชู’ ุญูŽูŠูŽุงุชูู‡ู. Fasal Mayat dibongkar jika memiliki 4 sebab, yaitu [1] untuk dimandikan apabila mayat belum berubah, [2] untuk dihadapkan ke arah qiblat, [3] untuk mengambil harta jika terkubur bersamanya, dan [4] untuk wanita jika janinnya terkubur bersamanya selagi ada kemungkinan janin masih hidup. [Istianah Berwudhu] ุงู„ุงุณู’ุชูุนูŽุงู†ูŽุงุชู ุฃุฑู’ุจูŽุนู ุฎูุตูŽุงู„ู 1- ู…ูุจูŽุงุญูŽุฉูŒ. ูˆูŽ2- ุฎูู„ุงูŽูู ุงู„ุฃูŽูˆู„ูŽู‰. ูˆ3- ู…ูŽูƒู’ุฑููˆู’ู‡ูŽุฉูŒ. ูˆูŽ4- ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉูŒ. ููŽุงู„ู’ู…ูุจูŽุงุญูŽุฉู ู‡ููŠูŽ ุชูŽู‚ู’ุฑููŠู’ุจู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู. ูˆูŽุฎูู„ุงูŽูู ุงู„ุฃูˆู’ู„ูŽู‰ ู‡ููŠูŽ ุตูŽุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽุญู’ูˆู ุงู„ู’ู…ูุชูŽูˆูŽุถู‘ูู‰ุกู. ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูƒู’ุฑููˆู’ู‡ูŽุฉู ู‡ููŠูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุบู’ุณูู„ู ุฃุนู’ุถูŽุงุกูŽู‡ู. ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉู ู‡ููŠูŽ ู„ูู„ู’ู…ูŽุฑููŠู’ุถู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฌู’ุฒู. Fasal Meminta tolong dalam bersuci ada 4 keadaan, yaitu mubah, khilaful aula menyelisihi yang lebih utama, makruh, dan wajib. Yang mudah adalah mendekatkan air, yang khilaful aula adalah menuangkan air ke arah anggota wudhu, yang makruh adalah bagi orang meminta dimandikan orang lain, dan yang wajib adalah bagi orang sakit yang lemah. [KITAB ZAKAT] [Harta yang Dizakati] ุงู„ุฃู…ู’ูˆูŽุงู„ู ุงู„ู‘ูŽุชููŠู’ ุชูŽู„ู’ุฒูŽู…ู ูููŠู’ู‡ูŽุง ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ุณูุชู‘ูŽุฉู ุฃู†ู’ูˆูŽุงุนู 1- ุงู„ู†ู‘ูŽุนูŽู…ู. ูˆูŽ2- ุงู„ู†ู‘ูŽู‚ู’ุฏูŽุงู†ู. ูˆูŽ3- ุงู„ู’ู…ูุนูŽุดู‘ูŽุฑูŽุงุชู. ูˆูŽ4- ุฃู…ู’ูˆูŽุงู„ู ุงู„ุชู‘ูุฌูŽุงุฑูŽุฉูุ› ูˆูŽุงุฌูุจูู‡ูŽุง ุฑูุจูุนู ุนูุดู’ุฑู ู‚ููŠู’ู…ูŽุฉู ุนูุฑููˆู’ุถู ุงู„ุชู‘ูุฌูŽุงุฑูŽุฉู. ูˆูŽ5- ุงู„ุฑู‘ููƒูŽุงุฒู. ูˆูŽ6- ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฏูู†ู. Fasal Harta yang wajib dizakati ada 6 jenis, yaitu [1] binatang ternak, [2] naqdain emas dan perak, [3] muasyarot buah-buahan dan makanan pokok, [4] harta perniagaan yang kadar wajibnya zakat perniagaan adalah empat per sepuluh 4/10 dari jumlah harta peniagaan, [5] barang simpanan, dan [6] barang logam. *sampai di sini tulisan Syaikh Salim Sumair Al-Hadromi. Adapun Kitab Puasa disempurnakan oleh pensyarah matan Syaikh Nawawi Al-Bantani Al-Jawi Rahimahumallah. [KITAB PUASA] [Kapan Wajib Puasa?] ูŠูŽุฌูุจู ุตูŽูˆู’ู…ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุจูุฃุญูŽุฏู ุฃู…ููˆู’ุฑู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉู ุฃุญูŽุฏูู‡ูŽุง ุจููƒูŽู…ูŽุงู„ู ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุซูŽู„ุงูŽุซููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุงู‹. ูˆูŽุซูŽุงู†ููŠู’ู‡ูŽุง ุจูุฑูุคู’ูŠูŽุฉู ุงู„ู’ู‡ูู„ุงูŽู„ู ูููŠู’ ุญูŽู‚ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ุฑูŽุขู‡ูุŒ ูˆูŽุฅู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ููŽุงุณูู‚ุงู‹. ูˆูŽุซูŽุงู„ูุซูู‡ูŽุง ุจูุซูุจููˆู’ุชูู‡ู ูููŠู’ ุญูŽู‚ู‘ู ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑูŽู‡ู ุจูุนูŽุฏู’ู„ู ุดูŽู‡ูŽุงุฏูŽุฉู. ูˆูŽุฑูŽุงุจูุนูู‡ูŽุง ุจูุฅูุฎู’ุจูŽุงุฑู ุนูŽุฏู’ู„ู ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ู…ูŽูˆู’ุซููˆู’ู‚ู ุจูู‡ูุŒ ุณูŽูˆูŽุงุกูŒ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ูููŠู’ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ุตูุฏู’ู‚ูู‡ู ุฃู…ู’ ู„ุงูŽ. ุฃูˆู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽูˆู’ุซููˆู’ู‚ู ุจูู‡ูุŒ ุฅูู†ู’ ูˆูŽู‚ูŽุนูŽ ูููŠู’ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ุตูุฏู’ู‚ูู‡ู. ูˆูŽุฎูŽุงู…ูุณูู‡ูŽุง ุจูุธูŽู†ู‘ู ุฏูุฎููˆู’ู„ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุจูุงู„ุงุฌู’ุชูู‡ูŽุงุฏู ูููŠู’ู…ูŽู† ุฃุดู’ุชูŽุจูŽู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฐูŽู„ููƒูŽ. Fasal Puasa Romadhon wajib dengan sebab salah satu dari 5 hal, yaitu [1] sempurnanya bilangan bulan Syaโ€™ban 30 hari, [2] rukyatul hilal melihat hilal dengan kejujuran yang melihatnya meskipun orang fasik, [3] menetapkannya dengan kejujuran orang yang tidak melihatnya tetapi persaksiannya adil jujur, [4] khabar dari riwayat orang adil yang terpercaya baik hatinya membenarkan atau tidak, atau tidak terpercaya tetapi hatinya membenarkannya, dan [5] dugaan masuknya Romadhon dengan ijtihad bagi yang tersamar akan hal tersebut di atas. [Syarat Sah Puasa] ุดูŽุฑููˆุทู ุตูุญู‘ูŽุชูู‡ู ุฃุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุฃุดู’ูŠูŽุงุกูŽ 1-ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŒ. ูˆูŽ2- ุนูŽู‚ู’ู„ูŒ. ูˆูŽ3- ู†ูŽู‚ูŽุงุกูŒ ุนูŽู†ู’ ู†ูŽุญู’ูˆู ุญูŽูŠู’ุถู. ูˆูŽ4- ุนูู„ู’ู…ูŒ ุจููƒูŽูˆู’ู†ู ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู ู‚ูŽุงุจูู„ุงู‹ ู„ูู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู. Fasal Syarat sah puasa ada 4, yaitu [1] Islam, [2] berakal, [3] suci dari semisal haidh, dan [4] mengerti waktu puasa. [Syarat Wajib Puasa] ุดูŽุฑููˆู’ุทู ูˆูุฌููˆู’ุจูู‡ู ุฎูŽู…ู’ุณูŽุฉูŒ 1- ุฅุณู’ู„ุงูŽู…ูŒ. ูˆูŽ2- ุชูŽูƒู’ู„ููŠู’ููŒ. ูˆูŽ3- ุฅุทูŽุงู‚ูŽุฉูŒ. ูˆูŽ4- ุตูุญู‘ูŽุฉูŒ. ูˆูŽ5- ุฅู‚ูŽุงู…ูŽุฉูŒ Fasal syarat wajib puasa ada 5, yaitu [1] Islam, [2] taklif baligh dan berakal, [3] mampu, [4] sehat, dan [5] mukim. [Rukun Puasa] ุฃุฑู’ูƒูŽุงู†ูู‡ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŒ 1- ู†ููŠู‘ูŽุฉูŒ ู„ูŽูŠู’ู„ุงู‹ ู„ููƒู‘ูู„ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ูููŠู’ ุงู„ู’ููŽุฑู’ุถู. ูˆูŽ2- ุชูŽุฑู’ูƒู ู…ูููŽุทู‘ูุฑู ุฐูŽุงูƒูุฑุงู‹ ู…ูุฎู’ุชูŽุงุฑุงู‹ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฌูŽุงู‡ูู„ู ู…ูŽุนู’ุฐููˆู’ุฑู. ูˆูŽ3- ุตูŽุงุฆูู…ูŒ. Fasal Rukun puasa ada 3, yaitu [1] niat di malam hari setiap hari untuk puasa Romadhon, [2] meninggalkan pembatal-pembatal saat ingat dan keinginan sendiri tanpa jahil dan uzur, dan [3] orang yang berpuasa. [Qodho dan Kaffarot] ูˆูŽูŠูŽุฌูุจู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุถูŽุงุกู ู„ูู„ู’ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ูƒูŽูู‘ูŽุงุฑูŽุฉู ุงู„ู’ุนูุธู’ู…ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ุชูŽุนู’ุฒููŠู’ุฒู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฃูู’ุณูŽุฏูŽ ุตูŽูˆู’ู…ูŽู‡ู ูููŠู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ุงู‹ ูƒูŽุงู…ูู„ุงู‹ ุจูุฌูู…ูŽุงุนู ุชูŽุงู…ู‘ู ุขุซูู…ู ุจูู‡ู ู„ูู„ู’ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู. ูˆูŽูŠูŽุฌูุจู ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุถูŽุงุกู ุงู„ุฅู…ู’ุณูŽุงูƒู ู„ูู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ูููŠู’ ุณูุชู‘ูŽุฉู ู…ูŽูˆูŽุงุถูุนูŽ ุงู„ุฃูˆู‘ูŽู„ู ูููŠู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ู„ุงูŽ ูููŠู’ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุชูŽุนูŽุฏู‘ู ุจูููุทู’ุฑูู‡ู. ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽุงุฑููƒู ุงู„ู†ู‘ููŠู‘ูŽุฉู ู„ูŽูŠู’ู„ุงู‹ ูููŠู’ ุงู„ู’ููŽุฑู’ุถู. ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุณูŽุญู‘ูŽุฑูŽ ุธูŽุงู†ู‘ุงู‹ ุจูŽู‚ูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูุŒ ููŽุจูŽุงู†ูŽ ุฎูู„ุงูŽููู‡ู. ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุงุจุนู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽูู’ุทูŽุฑูŽ ุธูŽุงู†ู‘ุงู‹ ุงู„ู’ุบูุฑููˆู’ุจูŽุŒ ููŽุจูŽุงู†ูŽ ุฎูู„ุงูŽููู‡ู ุฃูŠู’ุถูŽุงู‹. ูˆุงู„ู’ุฎูŽุงู…ูุณู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุจูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซููŠู’ู†ูŽ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุฃู†ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŸ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽุงุฏูุณู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุจูŽู‚ูŽู‡ู ู…ูŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูุจูŽุงู„ูŽุบูŽุฉู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุถู’ู…ูŽุถูŽุฉู ูˆูŽุงุณู’ุชูู†ู’ุดูŽุงู‚ู. Fasal Wajib disertai mengqodho puasa, membayar kaffarot besar dan tazir peringatan atas orang yang merusak puasanya di bulan Romadhon sehari penuh dengan jima, juga dia berdosa karena hal tersebut. Wajib menahan diri dari makan, minum, & jima disertai mengqodhonya dalam 6 tempat, yaitu [1] di Romadhon tidak di selainnya bagi orang yang sengaja membatalkannya, [2] orang yang tidak niat di malam hari untuk Romadhon, [3] atas orang yang sahur dengan dugaan masih malam padahal bukan, [4] atas orang yang berbuka dengan dugaan Maghrib padahal belum, [5] atas orang yang jelas baginya hari ke-30 bulan Syaโ€™ban, ternyata masih Ramadhon, dan [6] atas orang yang terlanjur minum air bekas madhmadhoh memasukkan air ke hidung saat berwudhu dan instinsyaq mengeluarkan air dari hidung. [Pembatal Puasa] ูŠูŽุจู’ุทูู„ู ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู 1- ุจูุฑูุฏู‘ูŽุฉู. ูˆูŽ2- ุญูŽูŠู’ุถู. ูˆูŽ3- ู†ูููŽุงุณู. ูˆูŽ4- ูˆูู„ุงูŽุฏูŽุฉู. ูˆูŽ5- ุฌูู†ููˆู’ู†ู ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ู„ูŽุญู’ุธูŽุฉู‹. ูˆูŽ6- ูˆูŽ7- ุจูุฅูุบู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุณููƒู’ุฑู ุชูŽุนูŽุฏู‘ูŽู‰ ุจูู‡ูู…ูŽุง ุฅู†ู’ ุนูŽู…ู‘ูŽุง ุฌูŽู…ููŠู’ุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑู. Fasal Puasa batal karena [1] murtad, [2] haidh, [3] nifas, [4] melahirkan, [5] gila meski sebentar, [6-7] pingsan dan mabuk jika terjadi di siang hari. [Pembagian Ifthor] ุงู„ุฅูู’ุทูŽุงุฑู ูููŠู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุฃู†ู’ูˆูŽุงุนู 1- ูˆูŽุงุฌูุจูŒ ูƒูŽู…ูŽุง ูููŠู’ ุงู„ู’ุญูŽุงุฆูุถู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูููŽุณูŽุงุกู. ูˆูŽ2- ุฌูŽุงุฆูุฒูŒ ูƒูŽู…ูŽุง ูููŠู’ ุงู„ู’ู…ูุณูŽุงููุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุฑููŠู’ุถู. ูˆูŽ3- ู„ุงูŽ ูˆูŽู„ุงูŽูƒูŽู…ูŽุง ูููŠู’ ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู’ู†ู. ูˆูŽ4- ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŒุ› ูƒูŽู…ูŽู†ู’ ุฃุฎู‘ูŽุฑูŽ ู‚ูŽุถูŽุงุกูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุชูŽู…ูŽูƒู‘ูู†ูู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุถูŽุงู‚ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู‚ู’ุชู ุนูŽู†ู’ู‡ู. Fasal Berbuka membatalkan puasa di Romadhon ada 4 jenis, yaitu [1] wajib seperti wanita haidh dan nifas, [2] boleh seperti orang musafir dan orang sakit, [3] harus seperti orang gila, dan [4] haram seperti orang yang mengakhirkan qodho Romadhon hingga mepet waktunya padahal mampu malakukannya di waktu longgar. [Jenis Ifthor] ูˆูŽุฃู‚ู’ุณูŽุงู…ู ุงู„ุฅูู’ุทูŽุงุฑู ุฃุฑู’ุจูŽุนูŽุฉูŒ ุฃูŠู’ุถุงู‹ ุฃูˆู‘ูŽู„ูู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ุฒูŽู…ู ูููŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽุถูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ููุฏู’ูŠูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงุซู’ู†ูŽุงู†ู โ€“ุงู„ุฃูˆู‘ูŽู„ู- ุงู„ุฅูู’ุทูŽุงุฑู ู„ูุฎูŽูˆู’ูู ุนูŽู„ูŽู‰ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ู โ€“ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠู’- ุงู„ุฅูู’ุทูŽุงุฑู ู…ูŽุนูŽ ุชูŽุฃู’ุฎููŠู’ุฑู ู‚ูŽุถูŽุงุกู ู…ูŽุนูŽ ุฅู…ู’ูƒูŽุงู†ูู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ู ุขุฎูŽุฑู. ูˆูŽุซูŽุงู†ููŠู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ุฒูŽู…ู ูููŠู’ู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽุถูŽุงุกู ุฏููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ููุฏู’ูŠูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽูƒู’ุซูุฑูุ› ูƒูŽู…ูุบู’ู…ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู. ูˆูŽุซูŽุงู„ูุซูู‡ูŽุง ู…ูŽุง ูŠูŽู„ู’ุฒูŽู…ู ูููŠู’ู‡ู ุงู„ู’ููุฏู’ูŠูŽุฉู ุฏููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุถูŽุงุกูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุดูŽูŠู’ุฎูŒ ูƒูŽุจููŠู’ุฑูŒ. ูˆูŽุฑูŽุงุจูุนูู‡ูŽุง ู„ุงูŽ ูˆูŽู„ุงูŽุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู’ู†ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽุนูŽุฏู‘ูŽ ุจูุฌูู†ููˆู’ู†ูู‡ู. Pembagian ifthor ada 4, yaitu [1] berbuka yang mengharuskan qodho dan fidyah, ada 2 pertama berbuka karena takut orang lain dan kedua berbuka dengan mengakhirkan qodho hingga datang Romadhon berikutnya padahal mampu, [2] berbuka yang mengharuskan qodho tetapi tidak fidyah dan ini banyak terjadi seperti orang pingsan, [3] berbuka yang mengharuskan fidyah tanpa qodho yakni orang tua renta, dan [4] tidak qodho dan fidyah yaitu orang gila yang tidak sengaja gila. [Bukan Pembatal Puasa] ุงู„ู‘ูŽุฐูŽูŠู’ ู„ุงูŽ ูŠูููŽุทู‘ูุฑู ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุตูู„ู ุฅู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽูˆู’ูู ุณูŽุจู’ุนูŽุฉู ุฃูู’ุฑูŽุงุฏู 1- ู…ูŽุง ูŠูŽุตูู„ู ุฅู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽูˆู’ูู ุจูู†ูุณู’ูŠูŽุงู†ู. 2- ุฃูˆู’ุฌูŽู‡ู’ู„ู. 3- ุฃูˆู’ ุฅูƒู’ุฑูŽู‡ู. ูˆูŽ4- ุจูุฌูŽุฑูŽูŠูŽุงู†ู ุฑููŠู’ู‚ู ุจูู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃุณู’ู†ูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุนูŽุฌูŽุฒูŽ ุนูŽู†ู’ ู…ูŽุฌู‘ูู‡ู ู„ูุนูุฐู’ุฑูู‡ู. 5- ูˆูŽู…ูŽุง ูˆูŽุตูŽู„ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูŽูˆู’ูู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุบูุจูŽุงุฑูŽ ุทูŽุฑููŠู’ู‚ู. ูˆูŽ6- ู…ูŽุง ูˆูŽุตูŽู„ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุบูŽุฑู’ุจูŽู„ูŽุฉู‹ ุฏูŽู‚ููŠู’ู‚ู. 7- ุฃูˆู’ ุฐูุจูŽุงุจุงู‹ ุทูŽุงุฆูุฑุงู‹ ุฃูˆู’ ู†ูŽุญู’ูˆูŽู‡ู. Fasal Perkara yang masuk ke rongga mulut tetapi tidak perlu membatalkan puasa ada 7, yaitu [1] apa yang masuk ke rongga mulut karena lupa, [2] kebodohan, [3] dipaksa, [4] ludah yang mengalir di antara sela gigi-gigi tanpa kesanggupan mencengahnya sebagai uzur, [5] apa yang masuk ke rongga mulut berupa debu jalan, [6] apa yang masuk ke dalamnya berupa ayakan tepung atau [7] lalat/burung atau semisalnya yang masuk ke mulut. ูˆูŽุงู„ู„ู‡ ุฃุนู’ู„ูŽู…ู ุจูุงู„ุตู‘ูŽูˆูŽุงุจู. ู†ูŽุณู’ุฃู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู’ู…ูŽ ุจูุฌูŽุงู‡ู ู†ูŽุจููŠู‘ูู‡ู ุงู„ู’ูˆุณููŠู’ู…ู ุฃู†ู’ ูŠูุฎู’ุฑูุฌูŽู†ููŠู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงู‹ุŒ ูˆูŽูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽุญูุจู‘ูŽุงุฆููŠู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฅูู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุงู†ู’ุชูŽู…ูŽู‰. ูˆูŽุฃู†ู’ ูŠูŽุบู’ููุฑูŽ ู„ููŠู’ ูˆูŽู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู‚ู’ุญูŽู…ูŽุงุชู ูˆูŽู„ูŽู…ูŽู…ุงู‹. ูˆูŽุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณููŠู‘ูุฏูู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ู…ูุทู‘ูŽู„ูุจู ุจู’ู†ู ู‡ูŽุงุดูู…ู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ู…ูŽู†ูŽุงููุŒ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ูŽู‰ ูƒูŽุงูู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูŽู„ู’ู‚ูุŒ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽุญูู…ูุŒ ุญูŽุจููŠู’ุจู ุงู„ู„ู‡ุŒ ุงู„ู’ููŽุงุชูุญู ุงู„ู’ุฎูŽุงุชูู…ูุŒ ูˆูŽุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ุฃุฌู’ู…ูŽุนููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ. Allahu aโ€™lam bish shoowab. Kami meminta kepada Allah yang Maha Mulia dengan kedudukan Nabi-Nya yang mulia [berdoa dengan wasilah jah/kedudukan Nabi adalah dilarang menurut jumhur ulamaโ€”penj] agar mengeluarkanku dari dunia dalam keadaan Muslim, kedua orang tuaku, kekasih-kekasihku, dan orang-orang yang berbuat baik kepadaku. Juga semoga Dia mengampuniku dan mereka kesalahan-kesalahan. Semoga shalawat dan salam Allah atas Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muththalib bin Hasyim bin Abdimanaf, utusan Allah kepada seluruh makhluk, Rasul akhir zaman, kekasih Allah, sang Pembuka sang Penutup, beserta keluarga dan Sahabatnya semua. Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. [Sampai di sini tambahan dari Syaikh Muhammad An-Nawawi Al-Jawi Rahimahullah] Kali ini Saya akan menulis terjemahan Kitab Safinah bab niat. Sambil mempelajari terjemahannya, silahkan buka Kitab Safinah pasal niat di halaman 19. Dalam Kitab Safinah tentang niat ini, disamping menjelaskan hakikat niat juga dijelaskan tentang makna dari tertib.ููŽุตู’ู„ูŒ Fasal ini Menjelaskan hukum-hukum niat. Hukum niat itu ada 7, namun yang akan dibicarakan disini hanya Niat itu Maksudnya hakikat niat menurut syara ู‚ูŽุตู’ุฏู ุงู„ุดูŽู‘ูŠู’ุกู ู…ูู‚ู’ุชูŽุฑูู†ุงู‹ ุจูููุนู’ู„ูู‡ู adalah menyegaja sesuatu yang dibarengi dengan mengerjakannya Maka jika melambatkan/mengakhirkan dalam melakukannya dari menyengaja, maka disebut azam, bukan niat. Adapun niat menurut bahasa adalah mutlak menyengaja, sama saja apakah berbarengan dengan mengerjakannya atau tidak. ูˆูŽู…ูŽุญูŽู„ูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ู„ูŽููู‘ุธู ุจูู‡ูŽุง ุณูู†ูŽู‘ุฉูŒ Tempatnya niat itu di dalam qolbu hati dan mengucapkan niat itu hukumnya sunat untuk membantunya lisan terhadap hati. Dinamakan qolbu bolak-balik karena hati ini tempat membolak-balik segala urusan atau karena bentuknya yang terbalik maqlub seperti corong gula. Hati adalah sebentuk daging yang berbentuk pohon cemara yang letanya ada di tengah dada dan posisi ujung/kepalanya berada di sisi kiri tubuh Adapun waktunya niat di dalam wudhuุนูู†ู’ุฏูŽ ุบูŽุณู’ู„ู ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู ุฌูุฒู’ุกู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ู ketika membasuh permulaan salah satu bagian dari wajah Pendapat para ulama yang mendahulukan lafadz ุบูŽุณู’ู„ู membasuh dari lafadz ุฃูŽูˆูŽู‘ู„ู permulaan merupakan pendapat Imam Syarqowi dengan melihat bahwa yang wajib itu adalah membarengkannya niat dengan pekerjaan. Sebaian ulama berpendapat sebaliknya yakni pendapat Imam Baijuri dengan melihat bahwa yang diperhitungkan itu adalah membarengkan niat dengan permulaan bagian yang dibasuh. Baijuri berkata Sebagian dari yang diperhitungkan adalah membarengkan niat pada perkara yang wajib dibasuhnya dari bulu-bulu di wajah walaupun panjang terurai, bukan pada perkara yang sunat dibasuhnya seperti bagian dalam dari janggut tebal. Jika bulu dari wajah dicukur dan telah diniatkan sambil membarengkan membasuhnya, maka tidak wajib niat lagi pada sisa bulu-bulu wajah lainnya atau bagian lainnya dari wajah. Tidak cukup membarengkan niat dengan membasuh apapun sebelum wajah, misalnya membasuh dua telapak tangan, berkumur, membersihkan hidung, kalau tidak terbasuh bagian dari wajah pada saat membasuhnya seperti dua bibir. Tapi kalau ada yang tebasuh, maka sudah cukup, namun tidak punya pahala sunat. Adapun waktu niat pada selain wudhu adalah di awal setiap ibadah kecuali pada puasa. Maka sesunggunya niat dalam puasa itu didahulukan dari puasanya sebab susahnya dalam mengawasi fajar. Menurut qoul shohih, hal itu bukan niat tapi 'azam yang menempati niat. Adapun hukum niat itu secara umum adalah wajib dan yang tidak umum adalah sunat seperti niat memandikan jenazah. Sedangkan praktek niat itu berbeda-beda tergantung apa yang diniatkannya sepeti sholat, puasa dan lainnya. Syarat niat itu adalah Islam, sudah tamyiz, mengetahui apa yang diniatkan, tidak ada yang menafikan niat dan tidak menggantungkan niat. Maka jika mengucapkan insya Allah, lalu dimaksud sebagai ta'liq menggantungkan niat atau diitlaq tanpa ada niat aapa pun, maka tidak sah niatnya. Jika niat tabarruk, maka sah niatnya. Yang dimaksud niat adalah untuk membedakan ibadah dari adat kebiasaan, seperti membedakan antara duduk i'tikaf dengan duduknya ketika sedang istirahat, atau membedakan martabat ibadah, seperti membedakan mandi wajib dengan mandi sunat. Sebagian ulama, telah menadzomkan hukum niat yang 7 dalam 2 bait dari Ibnu Hajar 'Asqolani/At Tata-i dengan bahar ุดุฑุงุฆุท ุฃุชุช ููŠ ู†ูŠุฉ ุชูƒููŠ ู„ู…ู† ุญูˆู‰ ู„ู‡ุง ุจู„ุง ูˆุณู† ุญู‚ูŠู‚ุฉ ุญูƒู… ู…ุญู„ ูˆุฒู…ู† ูƒูŠููŠุฉ ุดุฑุท ูˆู…ู‚ุตูˆุฏ ุญุณู† Tujuh syarat yang diharuskan pada niat cukuplah bagi yang menghimpunnya tanpa ngantuk hakikat, hukum, tempat dan waktu kaifiat, syarat, maksud harus bagus ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ุฑู’ุชููŠู’ุจู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูู‚ูŽุฏูŽู‘ู…ูŽ ุนูุถู’ูˆูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูุถู’ูˆู Tertib adalah tidak mendahulukan anggota dari anggota yang lain. Yang dimaksud ุนูุถู’ูˆูŒ adalah setiap jaringan tulang yang melindungi jasad. Hakikat tertib adalah menempatkan segala sesuatu sesuai martabatnya. Al Hishni berkata, kefarduan tertib ini diambil berdasar faidah ayat Al Quran di atas dengan adanya huruf wau yang menunjukkan tertib, sebab jika bukan tertib yang dimaksud, maka hal itu menjadi salah satu bagian dari pekerjaan itu. Begitu juga sabda Nabi ุชูˆุถุฃ ุฅู„ุง ู…ุฑุชุจุงู‹. Nabi mengungkapkan ู…ุฑุชุจุงู‹ sesudah kata ุชูˆุถุฃ, ini menujukkan bahwa sholat tak akan diterima oleh Allah kecuali dengan wudhu seperti sabda Nabi. Demikian, hadits ini adalah riwayat dari Imam Bukhori. Demikian penjelasan dari Kitab Safinatun Najah bab niat. Fasal selanjutnya tentang air. Baca juga tentang ============================ LAGI PROMO Nadzom Alfiyah Terjemah Terjemah Talim Mutaalim Terjemah Safinah Terjemah Riyadush Sholihin Terjemah Bidayatul Hidayah ========================== A tradicional e secular novena ao Senhor do Bonfim comeรงa nesta sexta-feira 8, na Basรญlica Santuรกrio Senhor Bom Jesus do Bonfim, no bairro de mesmo nome, em Salvador. As celebraรงรตes serรฃo feitas com acesso por ordem de chegada e terรฃo transmissรฃo online. Veja programaรงรฃo completa abaixo. As missas serรฃo feitas sempre ร s 19h, atรฉ o dia 16. O tema da festa neste ano serรก "Senhor do Bonfim, abraรงar a Sua cruz fortalece a fรฉ, liberta do medo e renova a nossa esperanรงa". Jรก o lema parte do versรญculo Joรฃo 16, 33 โ€œTende coragem! Eu venci o mundo!โ€ . Nas novenas, os fiรฉis prestarรฃo homenagens aos trabalhadores que atuaram e seguem atuando nos serviรงos essenciais do perรญodo da pandemia, alรฉm de pessoas que foram curadas da Covid-19, aos familiares das vรญtimas da doenรงa e ร s pessoas que fizeram distanciamento e o isolamento social. A tambรฉm tradicional lavagem das escadarias da basรญlica, com a passagem da imagem peregrina do Senhor do Bonfim serรก no dia 14. Neste ano, ela sairรก da Matriz da Parรณquia Nossa Senhora da Vitรณria, ร s 8h, em carro aberto rumo ร  Colina Sagrada, passando em frente ร  Basรญlica Santuรกrio Nossa Senhora da Conceiรงรฃo da Praia, fazendo o mesmo percurso do cortejo da lavagem. No dia 17, dia da festa ao Senhor do Bonfim, o repique dos sinos serรก ร s 5h. Por causa da pandemia, a basรญlica recebe os fiรฉis com nรบmero reduzido e nรฃo farรก a queima de fogos, em respeito aos doentes dos hospitais prรณximos ร  igreja. A missa solene serรก ร s 10h30, com celebraรงรฃo do arcebispo de Salvador e primaz do Brasil, cardeal Dom Sergio da Rocha. A partir das 15h, a imagem do Senhor do Bonfim sairรก novamente em carro aberto, para percorrer as ruas da Cidade Baixa, e serรก homenageada ao passar pelas igrejasde Nossa Senhora da Penha de Franรงa, Nossa Senhora da Boa Viagem, Nossa Senhora da Piedade, Nossa Senhora dos Mares e Sรฃo Jorge. Basรญlica de Nosso Senhor do Bonfim nรฃo vai ter a tradicional lavagem este ano, por causa da pandemia โ€” Foto German Maldonado / TV Bahia Programaรงรฃo 8/118h30 โ€“ Hasteamento da Bandeira do Senhor Bom Jesus do Bomfim no panteรฃo da Praรงa da Colina, dando inรญcio ร  programaรงรฃo da festa 2021;19h โ€“ 1ยช noite da novena, com presenรงa do cardeal Dom Sergio da Rocha, arcebispo de Salvador e primaz do Brasil;Homenagem aos trabalhadores da รกrea de limpeza pรบblica;9/119h โ€“ 2ยช noite da novena;Homenagem aos trabalhadores da รกrea do comรฉrcio em geral;10/1Missas nos horรกrios normais 5h40, 7h30; 9h, 11h, 15h e 17h;7h30 โ€“ Missa solene do Santรญssimo Sacramento presidida pelo padre Edson Menezes da Silva;19h โ€“ 3ยช noite da novena;Homenagem aos trabalhadores da รกrea de transporte pรบblico e particular;11/1 16h โ€“ Adoraรงรฃo ao Santรญssimo Sacramento Pedindo pela contenรงรฃo da 2ยช onda pandemia da COVID-19. Responsรกveis Vicentinos;19h โ€“ 4ยช noite da novena;Homenagem aos familiares dos que morreram de Covid 19 e familiares dos trabalhadores dos cemitรฉrios;12/116h โ€“ Adoraรงรฃo ao Santรญssimo Sacramento Pedindo pela contenรงรฃo da 2ยช onda pandemia da COVID-19. Responsรกveis Ministros Extraordinรกrios da Comunhรฃo;19h โ€“ 5ยช noite da novena;Homenagem aos trabalhadores da รกrea de comunicaรงรฃo;13/1 16h โ€“ Adoraรงรฃo ao Santรญssimo Sacramento Pedindo pela contenรงรฃo da 2ยช onda pandemia da COVID-19. Responsรกveis Apostolado da Oraรงรฃo;19h โ€“ 6ยช noite da novena;Homenagem ร s pessoas que viveram com seriedade a experiรชncia do distanciamento social em suas residรชncias;14/1Missas 7h20 e 17h;8h โ€“ saรญda da imagem peregrina do Senhor do Bonfim ;19h โ€“ 7ยช noite da novena;Homenagem ร s pessoas que contraรญram a COVID-19 e fizeram a experiรชncia do isolamento social em suas casas;15/119h โ€“ 8ยช noite da novena;Homenagem aos profissionais e trabalhadores da รกrea da saรบde;16/18h ร s 17h โ€“ Drive Thru Solidรกrio para recolher alimentos nรฃo perecรญveis, material de limpeza e higiene. Local de entrega Sede do Projeto Bom Samaritano;19h โ€“ 9ยช noite da novena;Homenagem aos trabalhadores da รกrea de seguranรงa pรบblica e privada;17/1 โ€“ Dia da festa ao Senhor do Bonfim 5h โ€“ Repique dos sinos; Horรกrio das Missas 5h40, 7h30, 9h, 10h30, 15h e ร s 17h;10h30 โ€“ Missa Solene;15h โ€“ Saรญda da imagem peregrina do Senhor do Bonfim. Veja mais notรญcias do estado no G1 Bahia. Assista aos vรญdeos do Jornal da Manhรฃ ๐Ÿ’ป Ouรงa 'O Assunto' ๐ŸŽ™

safinatun najah bab sholat