⭐ Pengalaman Beasiswa Stipendium Hungaricum
Salahsatu beasiswa yang populer untuk berkuliah di Eropa yang menyediakan pembiayaan jenjang S1, S2, dan S3 - Stipendium Hungaricum 2022, dibuka pada 15 Nov
Haloteman-teman namaku Diva! semoga informasinya bermanfaat ya. Free to ask me di kolom komentar ataupun melalui akun sosial media (instagra: @ajrinadiva)li
Sertifikatini saya persiapkan ketika saya mengikuti seleksi Beasiswa Unggulan tahun 2017 yang saya juga gagal pada tahap wawancara. Jadi, pengalaman gagal saya memperjuangkan S3 pada beasiswa Stipendium Hungaricum tahun 2020 ini merupakan kegagalan kedua kali saya dalam mendaftar S3 jika dihitung sejak Beasiswa Unggulan tahun 2017 itu.
Aug. Sesuai janji saya di tulisan sebelumnya (pengalaman mendaftar beasiswa Stipendium Hungaricum Part 1 dan Part 2 ), akhirnya saya menulis juga pengalaman saya mendaftar beasiswa Stipendium Hungaricum Part 3. Pengumuman akhir stipendium hungaricum. Tanggal 2 Juli 2020 jam 17.30 akhirnya grup WA calon awardee Stipendium Hungaricum
StipendiumHungaricum - Sumber foto: Stipendium Hungaricum . Tata cara pendaftaran beasiswa ini tidak jauh berbeda dengan mayoritas penyedia beasiswa pada umumnya. Pertama, kita diwajibkan untuk mengakses laman resmi Stipendium Hungaricum. Setelah itu, kita dapat memilih dua hingga tiga program studi yang paling sesuai di kolom "Study Finder". Setelah menemukan program studi yang diinginkan, khusus untuk program S3, kita dapat mengontak dosen di universitas tersebut untuk berdiskusi
ProgramBeasiswa Stipendium Hungaricum adalah program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Hungaria untuk pelajar dan mahasiswa Internasional termasuk mahasiswa yang berasal dari Indonesia. Program beasiswa pascasarjana ini ditawarkan setiap tahunnya kepada mahasiswa Internasional yang bekerjasama bilateral dengan pemerintah Hungaria.
Reviewperbandingan ini didasarkan atas pengalaman pribadi saya sebagai penerima beasiswa master dalam negeri LPDP tahun 2016 dan beasiswa doktoral Stipendium Hungaricum tahun 2020. Kebijakan setelah tahun tersebut mungkin sudah berubah. Perbandingan ini juga atas pengalaman saya pribadi, jadi unsur subjektivitas mungkin akan muncul dalam review ini.
SkemaBeasiswa Stipendium Hungaricum. Bebas Biaya kuliah selama masa studi di Hongaria; Uang saku bulanan: Tingkat Master jumlah uang saku bulanan HUF (Hungarian Forint) 43 700 atau sekitar Rp. 2.185.000 (kurs 1 HUF = 50) kontribusi untuk biaya hidup di Hongaria, sampai penyelesaian studi.
PelamarStipendium Hungaricum Scholarship Programme Tahun 2021/2022 Menindaklanjuti surat dari Director for Study in Hungary, Stipendium Hungaricum Programme nomor: SH-00540-001/2021 tanggal 5 Juli 2021 perihal Stipendium Hungaricum Results, dengan ini kami sampaikan daftar peserta yang lolos seleksi Stipendium Hungaricum Scholarship tahun 2021/2022 sebagaimana Lampiran 1.
. Buat yang belum tahu beasiswa Stipendium Hungaricum, jadi beasiswa ini adalah beasiswa penuh dari pemerintah Hungaria untuk kuliah S1, S2, atau S3 di negara tersebut. Buat yang belum tahu dimana Hungaria itu, intinya Hungaria itu ada di tengah Eropa, jadi deket kalau mau kemana-mana keliling Eropa. Beasiswa ini dikelola oleh Tempus Public Foundation dan diperuntukan bagi negara-negara yang telah menjalin kerjasama bilateral dengan pemerintah Hungaria, termasuk salah satunya Indonesia. Di Indonesia, beasiswa ini dikelola oleh Kemeristekdikti sekarang berarti Kemendikbud-Dikti yang bertugas sebagai sending partner namanya beasiswa penuh, tapi jangan berekspektasi akan mendapat fasilitas yang “wah” seperti beasiswa LPDP. Untuk tiket pesawat kita masih harus tanggung sendiri. Beasiswa ini juga tidak menyediakan dana untuk buku, penelitian, atau konferensi internasional seperti beasiswa LPDP. Bagi mahasiswa master, Living allowanceyang diberikan untuk biaya hidup selama sebulan juga sifatnya bantuan. Tapi meskipun begitu, ada beberapa keuntungan yang bisa didapat seperti biaya kuliah gratis, akomodasi gratis di dorm universitas, biaya hidup bulanan, dan asuransi kesehatan. Biaya hidup di Hungaria juga terkenal murah jika dibanding negara-negara lain di Eropa, setara dengan biaya hidup di Jakarta lah. Tulisan ini akan bercerita tentang pengalaman saya dalam menyiapkan dan apply beasiswa Stipendium Hungaricum mendengar nama beasiswa ini ketika mengikuti talent scouting yang diadakan oleh Dikti. Di acara tersebut saya mendapat bocoran bahwa ada beasiswa kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Hungaria yang masih jarang diketahui publik. Kelebihannya, beasiswa ini tidak mensyaratkan IELTS atau TOEFL IBT saat mendaftar. Kita juga tidak perlu mendaftar ke universitas yang dituju karena jika lolos seleksi administrasi beasiswa ini kita otomatis akan diikutkan seleksi di Universitas yang dituju. Sebagai orang yang tidak punya skor IELTS, saya langsung menyiapkan diri untuk mendaftar beasiswa ini. Secara umum proses seleksinya adalah sebagai berikut seleksi teknis administratif oleh Tempus, seleksi oleh Dikti, seleksi oleh universitas tujuan, keputusan akhir memperoleh beasiswa. Untuk timeline tahun 2020 bisa dilihat di gambar di Beasiswa Stipendium HungaricumUntuk mendaftar, masuk ke halaman lalu masukkan citizenship Indonesia dan cari program yang diinginkan. Ada beberapa dokumen yang harus disiapkan, seperti paspor, Ijazah S1 dan S2 dan terjemahannya, Transkrip nilai S1 dan S2 dan terjemahannya, surat rekomendasi dari dua orang supervisor kita, sertifikat kemampuan Bahasa Inggris boleh menyusul, surat keterangan sehat boleh menyusul update untuk tahun 2021, surat keterangan sehat tidak jadi syarat wajib, motivation letter, research plan, dan khusus untuk PhD mulai tahun ini wajib untuk melampirkan surat pernyataan kesediaan dari calon supervisor. Ada beberapa syarat khusus yang diminta universitas, seperti universitas tempat saya mendaftar diminta untuk melampirkan CV, list publikasi, dan reference work. Selain itu, karena beasiswa ini di Indonesia dikelola oleh Dikti, maka Dikti juga menambahkan syarat yakni NIDN dan surat izin dari pimpinan universitas. Semua berkas tersebut diunggah di halaman aplikasi online, dan juga dikirim email ke Dikti update untuk tahun 2021 tidak perlu lagi kirim email ke Dikti.Untuk ijazah dan transkrip, saya cukup menggunakan yang dari universitas. Kebetulan di UGM setiap ijazah dan transkrip yang diperoleh, kita bisa meminta salinannya dalam Bahasa Inggrisnya juga, jadi tidak perlu menerjemahkan lagi. Untuk sertifikat Bahasa Inggris, saya hanya melampirkan skor TOEFL ITP karena memang belum punya skor IELTS atau TOEFL IBT. Untuk surat keterangan sehat, saya meminta dari rumah sakit swasta dekat kontrakan. Yang diminta adalah surat keterangan bebas AIDS dan Hepatitis A, B, C. Setelah mendapatkan hasilnya, saya langsung terjemahkan sendiri, dan kembali ke RS untuk meminta stempel lembar terjemahannya. Tapi ternyata hasil dari RS tersebut hanya surat bebas AIDS dan Hepatitis B saja. Oleh karena itu, saya melengkapi aplikasi saya dengan pernyataan missing document yang intinya berjanji akan melengkapi kekurangan tersebut nanti. Karena sertfikat Bahasa dan surat keterangan sehat ini memang sifatnya boleh menyusul, jadi saya tidak terlalu ambil pusing dua dokumen surat rekomendasi, saya meminta dari pembimbing tesis saya dan juga dekan Fakultas Psikologi UMM sebagai atasan saya saat ini. Prosesnya juga cukup lancar. Untuk meminta rekomendasi dari pembimbing tesis Prof. Saifuddin Azwar, saya menyempatkan waktu untuk pulang ke Jogja. Agak gimana aja gitu kalau minta sama orang tua tapi minta dikirim email. Sebelum ke Jogja saya sudah diminta membuat draf rekomendasinya, baru saat ketemu, beliau merevisi dan menambahkan beberapa hal. Prof. Azwar sangat suportif dan banyak memberikan insight baru untuk aplikasi saya. Untuk surat rekomendasi yang kedua, prosesnya juga kurang lebih sama. Saya diminta untuk membuat drafnya terlebih dahulu, baru dikoreksi dan ditandatangani. Dokumen lainnya yang harus dilengkapi adalah motivation letter, research plan, dan surat kesediaan calon supervisor. Untuk memulai, saya buka website Hungarian Doctoral Council di di situ sudah ada informasi yang sangat lengkap tentang program serta topik riset yang ditawarkan. Saya langsung mencari untuk Psikologi dan menemukan Eotvos Lorand University ELTE sebagai universitas yang menyediakan program PhD di Psikologi. Saya lihat satu per satu topik riset yang ditawarkan oleh masing-masing professor di sana dan langsung tertarik dengan topik riset yang ditawarkan oleh Kristof Kovacs yang ingin meneliti tentang pengukuran kemampuan kognitif karena sesuai dengan bidang saya di Psikometri. Saya baca beberapa artikelnya yang luar biasa berani, dia mengajukan penolakan terhadap konsep g factor dalam inteligensi yang sudah mapan di Psikologi dan mengajukan teori baru yakni Process Overlap Theory POT. Sayapun langsung Menyusun draf research plan berdasarkan topik tersebut. Meskipun masih sangat kasar, saya memberanikan diri menghubungi Dr. Kovacs dan melampirkan CV serta draf research plansaya tadi. Tanpa diduga, beliau sangat responsif dan langsung menyatakan tertarik untuk menjadi supervisor saya. Sayapun tanpa basa-basi langsung meminta surat kesediaan secara tertulis dan beliau aplikasi beasiswa Stipendium Hungaricum ini kita bisa memilih dua program yang berbeda, baik dari universitas yang sama atau berbeda. Untuk peilihan kedua, saya memilih program Doctoral of Education di University of Szeged. Alasannya tentu saja karena di sana ada ahlinya yang berkaitan dengan riset yang akan saya lakukan. Saya menemukan profil Prof. Gyöngyvér Molnár yang risetnya banyak berkutat dengan kemampuan penalaran dan Computer Based Test. Tanpa basa-basi saya langsung menerapkan strategi pertama tadi untuk mengubungi Prof. Molnar. Kali ini, jalannya agak sedikit berliku. Beliau menyatakan tertarik, tapi ada beberapa hal yang perlu diubah. Beliau lalu mengirimkan dua jurnal ke saya untuk dijadikan referensi dalam Menyusun research plan. Setelah satu minggu saya berkutat untuk merevisi research plan saya, saya kembali mengubungi beliau. Kali ini beliau malah mengirim artikel yang lain. Saya pun kembali merevisi artikel saya. Sampai akhirnya beliau berkata, “masih ada beberapa hal yang perlu kita diskusikan, tapi secara garis besar saya OK dengan idenya”. Mendapat kode keras ini, sayapun tanpa basa-basi langsung meminta surat kesediaan menjadi supervior dan beliau langsung dari Prof. Molar ini sangat berharga untuk menyempurnakan research plan saya. Saya kemudian juga membuat motivation letter, tentu juga berkaitan dengan research plan saya. Poin-poin yang harus tertulis di motivation letter sudah ada di website, jadi kita tinggal menuliskan saja point-point tersebut. Berhubung saya tidak terlalu mahir dalam berbahasa Inggris, saya cukup terbantu dengan bantuan Grammarly untuk menyiapkan research plan dan motivation letter saya, meskipun rasa bahasanya jadi berbeda. Dan tentu saja, grammatical error itu tetap saja masih ada meski sudah pakai Grammarly. Dikarenakan untuk mendaftar di ELTE ada syarat khusus yaitu reference work, saya melampirkan dua artikel saya. Yang satu sudah terpublikasi di jurnal internasional dan satunya baru draf publikasi. Kedua artikel yang saya pilih adalah artikel yang topiknya dekat dengan research plan semua berkas siap, saya kirimkan ke Dikti melalui email. Dikti meminta semua berkas dikirim satu bulan sebelum deadline, dan untungnya semua berkas sudah siap. Dan dua minggu sebelum deadline, saya juga sudah submit di aplikasi online. Setelah ini, tinggal menunggu hasil seleksi tahap pertama. Untuk proses seleksi selanjutnya, akan saya ceritakan di tulisan me in social media
Hongaria negara dari Eropa Tengah ini juga menawarkan pendidikan tinggi yang berkualitas untuk mahasiswa internasional. Salah satunya dengan menyediakan beasiswa, seperti Stipendium Hungaricum yang termasuk beasiswa paling lengkapdari jenjang S1, S2, S3, bahkan program segera tutup pendaftaran pada Januari 2022, yuk cari tahu fakta Stipendium Hungaricum di bawah ini. Mana tau, kamu bisa segera daftar untuk periode Ditawarkan untuk jenjang studi S1, S2, S3, dan non-degreeIlustrasi sekelompok mahasiswa SamkovBerbeda dengan beasiswa Eropa lainnya, yang biasanya hanya menyediakan beasiswa untuk satu hingga dua jenjang studi. Stipendium Hungaricum bisa didaftar oleh pelamar yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang S1, S2, S3, dan non-degree non-gelar. Cocok banget nih, buat kamu yang ingin student exchange ke negara mutiaranya Eropa Tengah ini!Dibuka setiap tahunnya, untuk saat ini pendaftaran Stipendium Hungaricum sudah dibuka sejak 18 November 2021 lalu dan akan ditutup pada 15 Januari 2022 mendatang. Jika kamu tertarik untuk menempuh pendidikan dengan beasiswa ini, bisa banget mengunjungi laman Menawarkan 600 jurusan yang bisa kamu pilihIlustrasi seorang mahasiswa PiacquadioStipendium Hungaricum menawarkan 600 jurusan yang bisa pelamar pilih nih!. Masing-masing pelamar disarankan untuk mendaftar dua buah program studi yang berbeda untuk meningkatkan peluang program studi yang ditawarkan oleh berbagai universitas di Hongaria. Contohnya, Agricultural Science, Computer Science and Information Technology, Legal Science, Economic Science, Medical, Dentistry, and Health Science, dan Arts and Humanities. Dengan begitu, kamu tinggal pilih program studi yang sesuai dengan minat dan background kamu agar ini juga memiliki skema pendaftaran yang berbeda di setiap jenjang dan masing-masing program studi. Jadi, pelamar juga harus mengacu pada guideline pendaftaran kampus tujuan, ya! Baca Juga 5 Fakta DAAD Scholarship, Beasiswa Studi S2 dan S3 ke Jerman 3. Menawarkan benefit yang sesuai Ilustrasi mahasiswa ProductionDilansir dari laman resminya, yaitu ada banyak benefit yang akan diberikan untuk para kandidat terpilih, yaitu Tunjangan bulanan HUF 43,700 untuk mahasiswa S1, S2, dan non-degree; Kemudian HUF untuk empat bulan pertama dan selanjutnya HUF bagi mahasiswa S3; Asrama gratis atau biaya akomodasi sebanyak HUF setiap bulannya, dan; Asuransi kesehatan sebanyak HUF setiap bulannya. Gak hanya bisa belajar gratis, kamu juga bisa menghemat pengeluaran di negara yang memiliki biaya hidup terjangkau ini. Meskipun setiap kotanya memiliki biaya hidup yang bervariasi, namun tetap ramah bagi kantong mahasiswa Negara yang memiliki banyak program studi dengan ragam bahasaIlustrasi sebuah kelas belajar banyak negara memiliki program studi dengan menggunakan bahasa Inggris atau bahasa lokal. Khusus di Hongaria, pelajar juga bisa mempertimbangkan bahasa lainnya untuk mendukung proses pembelajaran dari Schoters, ada banyak pilihan program studi yang disampaikan dalam bahasa negara lain, seperti bahasa Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, dan berbagai bahasa negara lainnya. Keunikan ini bisa banget dijadikan untuk memperlancar bahasa yang kamu bisa, atau sebagai bahasa pengganti jika belum fasih menggunakan bahasa Persyaratan penting yang perlu diperhatikanIlustrasi seorang mahasiswa PlavalagunaSebab beasiswa Stipendium Hungaricum menawarkan banyak benefit dan kemudahan yang diterima, maka pelamar juga perlu memperhatikan berbagai persyaratan yang dibutuhkan. Selain mengacu pada guideline pendaftaran kampus tujuan, pelamar juga harus menyiapkan, Mahasiswa Internasional dari negara pilihan termasuk Indonesia; Berumur lebih dari 18 tahun per tanggal 31 Agustus 2022 kecuali pelamar Dance Study Program; Telah mendaftar ke perguruan tinggi dan program studi yang ditawarkan; Memenuhi syarat kemampuan Bahasa Inggris atau Bahasa Hongaria yang ditetapkan masing-masing perguruan tinggi; Menyiapkan berbagai dokumen yang ditetapkan seperti motivation letter, ijazah dan transkip nilai serta terjemahannya, surat kesehatan, KTP dan salinan paspor, serta statement of application; Khusus pelamar jenjang studi S3 juga diminta untuk melampirkan research plan, surat rekomendasi, statement of the supervisor; Untuk jurusan seni diminta untuk melampirkan portofolio. Selain berbagai persyaratan yang harus diperhatikan, pelamar juga perlu memperhatikan timeline proses beasiswa yang juga dilampirkan di laman Semangat berburu beasiswa! Baca Juga 6 Beasiswa ke Jepang, buat Kamu yang Pengen Lanjut Studi IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
pengalaman beasiswa stipendium hungaricum