๐ŸŒž Sebuah Atom Netral X Mempunyai Konfigurasi Elektron Sebagai Berikut

Sebagaicontoh: Hidrogen (H) hanya mempunyai sebuah elektron (nomor atom H adalah 1). Maka konfigurasi elektron untuk hidrogen adalah 1s 1 (dibaca satu-s-satu). Fosfor (P) mempunyai nomor atom 15. Maka konfigurasi elektron P adalah 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 3p 3. Model gas mulia. Jika ingin menuliskan konfigurasi elektron suatu atom yang mempunyai . IWMahasiswa/Alumni Universitas Sebelas Maret05 Februari 2022 1259Halo Ai kakak bantu jawab yaa. Jawaban yang benar adalah C. Simak penjelasan di bawah ini yaa^^ Ikatan kimia ada 4 yaitu 1. Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi karena adanya serah terima elektron. Unsur logam kelebihan elektron akan melepaskan elektron nya, sedangkan unsur non logam kekurangan elektron sehingga akan menangkap elektron yang dilepaskan unsur logam. 2. Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk dengan cara pemakaian pasangan elektron bersama oleh 2 unsur yang berikatan terjadi antara unsur non logam dengan non logam. 3. Ikatan kovalen koordinasi adalah ikatan kovalen yang terbentuk dari penggunaan bersama pasangan elektron bebas PEB yang berasal dari salah satu atom saja. 4. Ikatan logam adalah ikatan yang terjadi karena gaya tarik menarik antara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron nya. Pada soal ini unsur X memiliki konfigurasi 1s^2 2s^2 2p^6 3s^2 3p^5 artinya memiliki nomor atom 17 dengan elektron valensi nya adalah 7. Untuk mencapai kestabilan unsur X menangkap 1 elektron. Senyawa hidrida adalah senyawa yang terbentuk dari unsur hidrogen H dengan unsur logam. Unsur H memiliki konfigurasi 1s^1, maka elektron valensi nya adalah 1. Untuk mencapai kestabilan unsur H menangkap 1 elektron. Kedua unsur tersebut adalah non logam yang saling membutuhkan 1 elektron sehingga menggunakan elektron bersama-sama membentuk senyawa HX. Ikatan yang terjadi antara non logam dengan non logam adalah ikatan kovalen. Jadi senyawa yang terbentuk adalah senyawa kovalen dengan rumus HX. Yah, akses pembahasan gratismu habisDapatkan akses pembahasan sepuasnya tanpa batas dan bebas iklan! Jakarta - Konfigurasi elektron adalah susunan atau gambaran yang menunjukan penempatan elektron dalam suatu atom. Susunan elektron-elektron tersebut berdasarkan kulit atau elektron dalam atom, bisa diungkapkan dengan diagram curah hujan dan diagram orbital. Keduanya bisa bermanfaat untuk menentukan molekul dan teori, seperti dikutip dari e-Modul Kimia Kelas X terbitan Kemdikbud yang disusun oleh Baston konfigurasi elektron kita dapat mengetahui golongan dan periode dari suatu atom. Golongan tersebut ditunjukkan oleh jumlah elektron terluar elektron valensi, dan periode ditunjukkan oleh nomor kulit terbesar pada isi elektron kulit terluar.Menurut Modul Kimia Kelas 10 terbitan Kemdikbud yang disusun oleh Fadillah Okty Myranthika, hal yang mendasari konfigurasi elektron adalah cara untuk menuliskan orbital, yaitu melalui teori atom Bohr dan teori atom mekanika Atom BohrLintasan-lintasan elektron disebut juga dengan kulit elektron, yang ditempati oleh jumlah elektron teori ini, konfigurasi elektron adalah pengisian elektron yang dimulai dari tingkat energi kulit paling rendah, yaitu kulit yang pertama kulit K, setelah kulit K sudah terisi penuh, dilanjutkan ke kulit L, kulit M, kulit N, hingga elektron maksimal yang ditempati setiap kulit elektron, dapat diketahui menggunakan rumus K n =1 maksimal menampung = 2Kulit L n = 2 maksimal menampung = 8Kulit M n =3 maksimal menampung = 16, hingga menuliskan konfigurasi elektron suatu atom, yaitu dengan cara mengetahui jumlah elektron suatu atom yang ditunjukkan melalui nomor Mekanika KuantumElektron dalam atom bergerak mengelilingi inti pada kulit atom. Setiap kulit atom, terdiri atas subkulit, yang berisi bilangan kuantum kumpulan orbital s, p, d, dan f.Untuk memudahkan penentuan nilai bilangan kuantum digunakan sebuah diagram orbital. Diagram orbital dilambangkan dengan sebuah s = 1 kotakSubkulit p = 3 kotakSubkulit d = 5 kotakSubkulit f = 7 kotakDalam model mekanika kuantum, penulisan konfigurasi elektron menggunakan diagram orbital perlu mengikuti aturan penentuan konfigurasi elektron berdasarkan orbital. Kedudukan elektron terluar dari suatu atom bisa ditentukan melalui bilangan mekanika kuantum dikenal dengan empat bilangan kuantum, yang menjelaskan letak elektron-elektron suatu atom, yakni bilangan kuantum utama n, azimuth l, magnetik m, dan spin s.Aturan-aturan penentuan konfigurasi elektron berdasarkan orbitalnya, terdiri dari asas aufbau, larangan pauli, kaidah Hund . Berikut adalah penjelasan setiap aturan asasnyaAsas AufbauPengisian elektron dimulai dari subkulit dengan tingkat energi paling rendah ke lebih tinggi. Setiap subkulit mempunyai batasan elektron yang dapat diisikan yakniSubkulit s = 1 orbital maksimal berisi 2 elektronSubkulit p = 3 orbital maksimal berisi 6 elektronSubkulit d = 5 orbital maksimal berisi 10 elektronSubkulit f = 7 orbital maksimal berisi 14 elektronDiagram tingkat energi menurut asas aufbau1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4d 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 6d 7pAsas larangan PauliSetiap orbital diisi maksimum 2 elektron dengan spin yang berlawanan. Kemungkinan 2 elektron akan memiliki 3 bilangan kuantum n, l, dan m sama, bilangan kuantum s HundKonfigurasi elektron energi terendah merupakan jumlah elektron tak berpasangan dengan spin paralel yang terbanyak, dengan tingkat energi yang Setengah Penuh Konfigurasi elektron yang berakhiran pada subkulit berlaku aturan penuh setengah penuh. Aturan ini menyatakan bahwa, suatu elektron mempunyai kecenderungan berpindah orbital apabila dapat membentuk susunan elektron yang lebih tadi penjelasan mengenai konfigurasi elektron beserta cara menentukanya. Selamat belajar ya detikers! Simak Video "Ledakan Besar Pabrik Kimia di AS, Warga Sekitar Dievakuasi!" [GambasVideo 20detik] lus/lus Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta05 Februari 2022 0721Halo Alshafa, jawaban yang tepat adalah C. Simak penjelasan berikut agar kamu semakin paham ya ^_^ Senyawa hidrida adalah senyawa kimia yang terdiri atas hidrogen dengan unsur lain. Secara formal, hidrida dikenal sebagai ion negatif hidrogen H-. Dalam soal, hidrida yang terbentuk adalah antara hidrogen dengan unsur X. Berdasarkan konfigurasi elektronnya, unsur X memiliki elektron valensi sebanyak 7 dengan suborbital s dan p, sehingga terletak pada golongan VIIA yang merupakan unsur halogen yang cenderung akan mengikat satu elektron dari atom lain membentuk ion X-. Hidrida yang terbentuk antara logam dan unsur halogen non-logam disebut hidrida kovalen. Persamaan reaksinya dituliskan sebagai berikut. H+ + X- รขโ€ โ€™ HX Dari reaksi tersebut, dapat diketahui bahwa senyawa yang terbentuk adalah HX dengan ikatan kovalen. Selamat belajar!

sebuah atom netral x mempunyai konfigurasi elektron sebagai berikut