🦮 Rumah Sakit Indonesia Di Gaza

Rumah Sakit Indonesia di Gaza. (HO/ANTARA) JAKARTA, Waspada.co.id – Senin (20/11/2023), giliran Rumah Sakit (RS) Indonesia di Beit Lahia, Gaza menjadi target serangan militer Israel. Setidaknya 12 orang tewas dalam serangan terhadap fasilitas kesehatan tersebut. Untuk diketahui, Rumah Sakit Indonesia sendiri didirikan pada tahun 2016 dengan pendanaan dari organisasi-organisasi Indonesia. Rumah sakit ini diserang karena dituding sebagai antek Hamas. Dilektahui sebelumnya, berdasarkan laporan jurnalis Al Jazeera, Anas Syarief, suasana di rumah sakit yang ada di Gaza Utara itu cukup mencekam usai penyerangan. Menurut laporan sebelumnya, setidaknya rumah sakit yang berada di Bait Lahiya, Gaza Utara, Jalur Gaza ini menampung lebih dari 6000 orang. Sementara itu Munner al-Bursh, Manajer Umum Kementerian Kesehatan di Gaza menyebut bahwa jenazah korban serangan Israel saat ini masih tergeletak di luar bangunan RS Indonesia. Sementara ratusan orang juga masih terjebak di Rumah Sakit Indonesia setelah sedikitnya 12 orang tewas di rumah sakit tersebut dalam serangan Israel. Serangan udara Israel terus berlanjut di Gaza sepanjang malam, menghantam kamp al-Bureij, Rafah dan Kota Gaza , serta wilayah lainnya. Jakarta, tvOnenews.com - Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza dikepung dan diserang oleh Militer Israel (IDF) sejak Minggu (19/11/2023). Akibat kejadian ini, sebanyak 12 orang dilaporkan tewas. Selain itu, 3 Warga Negara Indonesia yang menjadi relawan di rumah sakit juga dilaporkan hilang kontak. Bombardemen Israel terhadap area di Rumah Sakit Indonesia pada Kamis (9/11/2023) malam. Rumah Sakit Indonesia di Gaza adalah salah satu rumah sakit terakhir yang tersisa di Gaza dan telah merawat Operator RS Indonesia di Gaza, Sarbini Abdul Murad, memperingatkan bahwa demi menyelamatkan warga sipil bantuan kemanusiaan harus segera disalurkan ke Gaza. Tidak hanya RS Indonesia, sejumlah rumah sakit di Gaza menghadapi “konsekuensi bencana” dalam 48 jam ke depan jika pasokan bahan bakar darurat tidak dikirim, koresponden Al Jazeera Para pejabat kesehatan mengatakan 700 pasien beserta staf berada di bawah bom dan tembakan Israel. Ledakan besar langsung mengenai para pengungsi dan pasien di dalamnya. “Fasilitas di kota Beit Lahia di timur laut Gaza, yang didanai oleh organisasi-organisasi Indonesia, dihantam tembakan artileri. Staf rumah sakit membantah ada militan Rumah Sakit Indonesia sendiri baru lumpuh, kata Sarbini dalam 2 minggu terakhir. Sarbini mengatakan, saat ini masih ada tiga orang relawan Indonesia yang berada di Gaza bagian utara. Ketiganya diketahui bernama Reza Aldilla Kurniawa, Farid Zanzabil Al Ayubi, dan Fikri Rofiul Haq. .

rumah sakit indonesia di gaza